Grab This Gadget »


Cerita Dewasa | Kubuka mataku menatap langit2 kamar yg bercat putih, lalu aku menoleh dan menatap dinding kamar dengan Mural harley davidson, meja belajar dengan buku2 SMA yg tersusun rapi, Aku ingat terakhir kalinya buku2 di meja itu berantakan saat aku tinggalkan, sudah setahun lebih aku pindah ngekost dekat kampus, tidak banyak yg berubah dengan kamarku. Aku lalu bangun dan duduk diranjang yg pernah kutiduri selama 3 tahun , di depan ranjang sebuah meja dengan komputer desktop dan monitor yg berukuran besar, dulu2 bareng temen2 sekolah sering nonton dan download film bokep. Aku semalam pulang kembali ke rumah kakakku Anton , dulu Aku pindah bareng ke rumah ini saat Anton menikah. Bunda sengaja membeli rumah ini sebagai hadiah pernikahan kakakku, Bersama Istrinya Ririn, kami bertiga menempatinya dan seorang pembantu tua, bi Ijah. Waktu baru menunjukkan pukul 5 subuh, tetapi Aku tidak bisa tidur lagi, semua kejadian menyakitkanan memenuhi dadaku membuat Aku merasa sesak, hm.. begini rupanya sakit hati.

Aku memutuskan untuk meninggalkan kamar kostku untuk melupakan perlakuan teman sekamarku Rudy yg tega merebut pacarku Yenny. Aku dan Yenny memang sedang bertengkar dan saling tidak menegur, Aku merasa dia yg salah dan seharusnya dia yg minta maaf padaku, sebaliknya Yenny merasa Aku yg harus memohon maaf padanya. Persolan sepele, Yenny meminta Aku menemaninya shopping, Aku membawanya ke mall, bolak-balik keluar toko tetapi tidak jadi membeli membuat Aku mulai merasa dongkol, sehingga saat berada di sebuah butik, bosan menunggu, Aku lalu masuk ke cafe sebelah dan makan, saat sedang menikmati hidangan tiba2 saja Yenny masuk membentak dan menyemprotku, semua tamu2 cafe menatap kami berdua, Aku menjadi malu dan langsung pulang ,kutinggalkan si Yenny. Ini yg diperdebatkan olehnya bahwa Aku tidak bertanggung jawab meninggalkannya pulang sendirian, sepertinya dia melewatkan perihal yg memicu emosiku. Yenny ternyata curhat pada Rudy teman sekamarku yg juga satu sekolahan dulu, Aku juga curhat padanya, dan ternyata Rudy memvonis Aku dan Yenny terlalu childish, Aku tidak cocok untuk Yenny, Awalnya Aku setuju dengan Rudy, kukatakan padanya jika dalam sebulan yenny tidak menegurku kami putus, sebulan kemudian Sms Yenny masuk dan dia yang memutuskan Aku. Dan semalam Aku baru tahu jika pacar barunya adalah si Rudy , Aku kehilangan kunci motor Harleyku, jadi terpaksa pulang naik taksi mengambil kunci serap, jadi tanpa menimbulkan suara raungan motorku seperti biasanya, Aku pulang dan langsung membuka pintu kamar, Aku terkejut melihat Rudy dan Yenny telanjang sedang bercinta, Emosiku memuncak, Kutonjok si Rudy, tetapi Yenny menghalangi seranganku lebih lanjut, dengan berteriak2 bahwa dia menyintai Rudy dan membenciku, Sakit hatiku mendengarnya, kuambil kunci motorku dan kutinggalkan mereka.

Aku berjalan keluar kamar, kuputuskan untuk mandi saja. Selesai mandi Aku berpakaian dan berjalan ke dapur mencari makanan untuk sarapan. Kuhidupkan lampu dapur dan mebuka2 lemari mencari makanan dan kopi, akhirnya kutemukan juga lemari yg berisi mie instan dan beberapa sachet kopi instan, sekarang tinggal nyari lemari isi cangkir,piring dan panci. Aku bingung juga karena dulunya Aku tinggal berteriak Bi Ijah dan seperti jin Aladin, kukatakan yg kuinginkan dan sim salabin sejenak kemudian sudah tersaji di meja makan. Aku mendengar suara orang berjalan ke arah dapur, sepertinya keributan yg kutimbulkan membuat bi Ijah bangun, saat suara seretan sandal makin dekat dan kulihat ternyata yg bangun adalah Ririn, kakak Iparku.

“Hoaahh…dik Indra ngapain di dapur?”

“Oh…anu.. mbak , gue mau sarapan, tapi karena bi Ijah belum bangun yah.. gue mo masak sendiri..”

“Ooo.. laper toh dik, sini mbak buatin aj, lu tunggu aj di meja sono!“

“wah…ngerepotin saja mbak…gue bisa kok,…eenng.. cangkirnya di mana yah mbak?”

“He..he.. udah…. sono lu duduk, cuman mie instan dan kopi mix aj repot apanya”



Mbak Ririn lalu berjalan melewatiku, kulihat dia tersenyum manis, tetapi matanya masih kuyu, mbak Ririn lalu membuka lemari dan laci yg berisikan panci dan cangkir serta sendok, dilakukannya semua dengan luwes dan cepat, mataku menjadi nanar dan melihatnya seakan2 mbak Ririn memiliki empat tangan.



“Kopinya kalo kurang manis nambah sendiri gulanya yah ..dik..”

“Oh..iii..yah mbak..,” Kaget Aku begitu cepat tersaji kopinya,” Sini gue aj yg bawa kopinya.”



Aku lalu menyambut kopi seduhan mbak Ririn, Aku lalu berjalan dan duduk di meja kecil dalam dapur, sengaja Aku duduk di meja yg dulu dipakai makan oleh bi Ijah, meja makan besar ada di ruangan sebelah, Aku ingin melihat mbak Ririn yg memasak dengan gesit. Mbak Ririn berusia lima tahun lebih tua dariku, masih muda, tubuhnya langsing dan putih, tidak terlalu tinggi dan ukuran payudaranya biasa saja tidak besar2 amat seperti bokep yg Aku download,wah ngelantur nih, sebaiknya alih topik daripada ngeres bercinta dengan mbak Ririn seperti cerita stensilan.
“Bi Ijah sekarang gak bangun pagi lagi yah mbak?”

“Oh.. dik Indra belum tahu yah,..bi Ijah sejak lebaran kemaren gak kembali lagi, dua anaknya jadi tkw, jadi dia yg ngerawat suaminya”

“Oh.. pantesan , setahu gue bi Ijah biasanya paling cepat bangunnya..”

“Iyah…nih mienya, kok disini makannya dik,.. napa gak di depan saja?”

“gak pa.. pa.. sini saja mbak, lagian gak ada bi Ijah ntar gue aj yg bersihin”

“Wah.. baru jadi anak kost setahun sudah jago nyuci nih”

“ Ah,. Mbak ini bisa-bisa aj… kan sudah dimasakin, segen gue,.. jadi yah bantuin nyuci aj”

“He. he .. gak udah,.. ntar lagi juga datang Wati, pengganti bi Ijah”

“Wati,.. pembantu baru..datang dari kampung atau agen gituh mbak”

“Oh.. bukan baru, Wati sudah lama kerja, dia tinggalnya di gang kecil ujung jalan ini, tiap pagi datang kerja dan pulang sore,”

“O..oo ..gituh toh,.. tapi kulihat tadi mbak luwes amat masaknya, apa si Wati gak Masak?”

“Iyah,.. sekarang mbak yg masak, dulunya coba-coba belajar, rupanya asyik juga masak dan belanja “

“Wah kak Anton yah makan rumah tiap hari dong”, Aku menyela.

Mbak Ririn tiba2 saja terdiam, senyumnya lenyap dan wajahnya terlihat sedikit murung. Aku sadar salah ngomong, jadi ikutan diam dan bingung mau ngomong apa untuk mencairkan suasana. Anton kakakku menikah lagi dengan Lusi mantan seketarisnya, pernikahan yg ditentang oleh Bunda, tetapi disetujui oleh Ririn yg sadar jika dirinya mandul, perjanjiannya setiap malam kakakku wajib pulang tidur jam berapapun itu. Bersama Lusi Anton memiliki dua anak kembar laki2, membuat Anton sering ingkar janji dan tidak pulang, Walaupun Bunda juga sangat sayang pada si kembar tetapi dia sering menjenguk Ririn dan membawanya jalan2 ke luar negeri mencoba menebus kesalahan Anton Putra sulungnya.

“Maaf mbak ,.. gue keceplosan..”

“Oo.. ndak apa apa dik,..mas Anton tetap pulang tiap kamis, dia tetap ikut wirit dengan warga sini”

“wah.. bagus deh kalau gituh mbak”

“he.. eh, dik Indra tumben kok mendadak nginap?”

“hgh… lagi Galau mbak..”

“hi..hi.. galau kenapa, lagi berantem yah sama si Yenny”

“gue udah putus sama si Yenny”

“Lho.. kenapa…. mosok tengkar dikit langsung putus…”

Aku lalu menjelaskan kepada mbak Ririn semua kejadiannya hingga kenapa Aku pulang semalam. Mbak Ririn mencoba menghibur ,

“Yah.. sudah masih muda saja kok,.. masih banyak cewek cantik yg lain dik, kamu ganteng dan gagah gituh pasti banyak yg naksir”

“Ah.. mbak yg gombal deh sekarang,” Aku mencoba tersenyum ,”Oh yah.. gue terpaksa nginap agak lama yah mbak”

“wo alah.. lama juga gak pa pa, kuliah juga di Jakarta saja kok ngekost..”

“maklum mbak.. pengen sedikit bebas..”

“Bebas jangan keblablasan loh dik..”

“Gak lar… mbak,gue juga gak pengen rusak”

Setelah terbuka pada mbak Ririn sesak di dadaKu berkurang, Aku merasa sedikit lega dan kami lalu melanjutkan obrolan nya. Gantian mbak Ririn yg berkeluh kesah tentang kakakku Anton, memang menurut mbak Ririn Anton tidak berubah sikapnya, tetap baik dan sabar padanya, hanya saja terkadang selesai wirit dia tidak menginap dan langsung pulang ke rumah Lusi, sepertinya sengaja oleh Lusi dengan mengirimkan SMS titip beli Obat si kembar ataupun menyuruh si kembar nelpon titip beli makan setiap kamis. Untuk mengusir Kesepiannya mbak Ririn membuat usaha macaroon online, dia sering hunting bahan coklat yg bermutu hingga ke luar negeri, dengan menjual macaroon berkualitas tinggi, harga yg ditawarkan lumayan mahal, sehingga dia tidak dikejar jumlah banyak tetapi kualitas.

macaroons1“Sebenarnya mbak hari ini mo ke singapur pesan tepung hazelnut dan coklat,.. ntar elu bisa sendirian mbak tinggalin kan dik Indra?”


“Ke Singapur? Ikutan donk.. mbak…mungkin galau gue bisa sembuh.. he.. he..”

“Hm,.. coba deh nyari tiketnya,.. kalo ada yah ikut aj..”
“Sipp… mbak is the best..’

“Ha. Ha.. ada ada waye..dik Indra ini.”

Mbak Ririn lalu menelpon travel agennya dan membuat gerakan isyarat jempol bahwa masih dapat dibeli tiketnya. PasportKu untung saja selama ini selalu kutitipkan sama mbak Ririn jadi kita bisa berangkat barengan satu pesawat jam 9. Setelah Wati datang jam 7an, mbak Ririn pesan ini-itu semua kerjaan rumah dan orderan yg sudah selesai yg bakalan diambil siangnya , kami pun berangkat dengan mobil mbak Ririn, mobil dititipkan di parkir inap bandara, lalu kami cek in dan setelah stempel passport, melewati sensor ini-itu, boarding room dan akhirnya boarding masuk ke dalam pesawat SQ 955.Kami mencari tempat duduk kami , pintu pesawat ditutup, para pramugari lalu menampilkan cara pemakaian alat keselamatan . Mbak Ririn meremas kuat tanganku saat deru mesin pesawat makin kuat bersiap lepas landas dari runway, tanganku baru dilepas saat lampu tanda kenakan sabuk pengaman off, dia lalu menatapku dan membuat gerakan bibir ngantuk, direbahkan kepalanya ke lenganku dan kedua tangannya memeluk tanganku, terasa olehku lunaknya payudara mbak Ririn yg terbungkus bra pada siku tanganku. Saat pramugari membagikan snek kulihat mbak Ririn masih pulas, kubiarkan saja hingga saat menjelang landing ku suruh pramugari itu menyimpannya saja.

Tiba di terminal3 kami berdua langsung keluar setelah passport distempel oleh Imigrasi, karena hanya 2 hari kami tidak membawa tas titipan bagasi, saya membawa ransel dan mbak Ririn sepertinya hanya membawa tas tangan hitam dan tas troly kecil. Kami sekeluarga memang sudah sering berkunjung ke Singapore, jadi dengan mudah kami menyusuri terminal dan berjalan ke stasiun MRT. Dengan MRT dari Airport kami menuju Jurong dengan pemberhentian terakhir yakni stasiun Boonlay. Bunda ada membeli sebuah apartemen studio di sini, Tiba di apartemen, kami berdua lalu melakukan ritual seperti liburan keluarga kami dulu, mbak Ririn nyapu dan ngepel serta bersihin Kamar mandi sementara Aku menghisap Debu Kursi sofa dan membuka lipatannya menjadi tempat tidur, memasang seprei dan menurunkan kantong tidur lainnya dan merapikan dapur . Selesai ritual pembersihan mbak Ririn mandi duluan, saat selesai berganti ,penampilan mbak Ririn dengan hijab abu2 dan celana hitam serta jaket putih dan sepatu semi boot cantik sekali.hijab fashion for school Waktu setempat sudah menunjukkan jam 1 siang saat kami keluar dari gedung apartemen, kami berjalan ke jurong mall dan makan siang di sana.



 ​“Lu punya rencana jalan jalan ke mana Indra?”
“Gak ada, ikut mbak belanja saja..,”

“Ah,.membosankan..ntar lu makin Galau..ha.. ha..”

“Gak gituh lah mbak…”

“Oh yah… kita ke Bird park aj yuk,.. kan sudah dekat tinggal ke terminal dan naik bus”

“lho.. ntar mbak gak kebeli bahan kuenya..”

“Ooo.. besok juga sempat..”

“yakin mbak sempet.. gue sih terserah mbak aj”

“yakin Donk.., Yuk..”



Mbak Ririn dengan manja menarik dan merangkul lenganku, Aku mengikutinya berjalan menuju terminal bus Boon Lay, Dari terminal kami naik bus 194 menuju Singapore Birds park. Tiba di sana setelah membayar tiket masuk kami berdua menyusuri taman burung tersebut yg Asri ditata, karena bukan hari libur terlihat agak sedikit sepi. Saat kami berada di monorail, mbak Ririn menunjuk2 setiap melihat flamingo ataupun burung pelikan yg berpasangan, wajahnya dekat sekali ke wajahku, aroma parfumnya, ingin sekali saya mencium bibir yg tersenyum merekah. Tawa ceria menghiasi kami berdua saat menikmati parrot show yg lucu2, burung2 tersebut berhitung dan berakrobat . Suara Deburan Air terjun buatan dan suasananya yg begitu asri ditambah kicau burung saling bersahutan membuat lokasi waterfall aviary terasa romantis sekali.



Kami berdua berhenti dan menyandar di jembatan kecil memandang ke arah air terjun tersebut, Aku melepaskan tanganku dari rangkulan mabak Ririn dan mundur sedikit sehingga posisiku berada di belakang mbak Ririn, kuberanikan diri memeluknya dari belakang, Mbak Ririn tidak bereaksi menghindar, Aku lalu merapatkan diri ke mbak Ririn sehingga terasa olehku lunaknya pantat mbak Ririn menekan selangkanganku. Mbak Ririn memegang kedua tanganku yg sedang merangkulnya dan menaikkan posisi tanganku lebih tinggi seakan2 menyangga payudaranya, Penisku terasa semakin keras menekan bokongnya, Aku lalu mencium pipinya. Mbak Ririn lalu berpaling dan merangkul kepalaku dan mencium bibirku, Aku langsung memanggut bibirnya dan memasukkan lidahku kedalam mulutnya, mbak Ririn menghisap dan menggigit lembut lidahku, lama kami berdua saling berbagi gigitan lembut lidah dan bibir. Kulepaskan Ciumanku dan tanpa berkata apapun, Giliran Aku yg tidak sabaran menariknya menyusuri jalan2 setapak bertanda exit cepat2. Diluar Aku melihat sebuah Taxi , Aku langsung menyetopnya, kusebutkan alamat apartemenku disertai kalimat,
“Please, drive Faster sir!”

Mbak Ririn hanya tersenyum melihat tingkahku, di matanya terlihat olehku sedikit gejolak birahi seakan2 siap memakan diriku.Sesampainya di gedung Apartemen, kubayar taxi dan berjalan memasuki Apartemen tanpa saling menggandeng, karena penjaganya mengenal keluargaku. Saat dalam lift mbak Ririn ingin memelukku, tetapi Aku menghindar sambil memberi isyarat bahwa ada kamera di pojok atas lift itu. Mbak Ririn langsung bertingkah Alim menjauhiku, begitu juga saat kita menyusuri selasar menuju apartemen. Kukunci pintu dan saat Aku berpaling ku lihat mbak Ririn sudah membuka pakaiannya, Aku lalu buru2 membuka seluruh pakaianku juga. Aku berjalan mendekati mbak Ririn dan memeluknya serta menciuminya mesra, ciumanku juga dibalas oleh mbak Ririn. Perlahan kami berdua bergeser ke ranjang dan kutidurkan mbak Ririn, Aku bergeser ke payudara mbak Ririn, 69Kukagumi keindahan payudara Indah mbak Ririn, kukecup putingnya, lalu dengan lidahku memainkan putingnya dan tanganku meremasnya,



“Hm,..Oh. ah..ah…”

Mbak Ririn mendesah dan mengelinjang lembut menikmati permainan lidahku pada putingnya, bergantian kedua payudara itu Aku cium dan remas.Perlahan Aku mulai turun mengecup perutnya yg rata, pusarnya dan turun ke selangkangannya, Aku takjub dan kagum pada vaginanya yg bersih dengan sedikit bulu halus saja, Kukecup bulu2 halus itu, lalu turun menjilati kelentitnya,



“Oh..ah.. ah..ah…”

Mbak Ririn mengerang dan mengelinjang kuat saat kumainkan kelentitnya dengan lidahku, perlahan turun lagi, Aku kecup bibir Vaginanya, dengan lidah kujilati bibir vaginanya yg masih berwarna merah muda, benar2 bersih dan indah, bergantian kiri-kanan bibir vaginanya kujilati terkadang hingga lubang anusnya juga kujilati dengan lembut dan mesra,




“Oh..oh..ah..Indraaa.. teterusssskan… eeenaak..”

Mbak Ririn mendesah lagi menikmati jilatanku pada vaginanya yg semakin sembab basah, kumasukkan jari tengahku dan kurogoh lubang vaginanya hingga terasa olehku sebuah tonjolan, Ku elus2 tonjolan tersebut membuat mbak Ririn semakin hebat menggeliat disertai jeritan kecil kenikmatan saat kusentuh tonjolan tersebut,



“Ssss..sudah…Indra..gantian …..kita..”

Dengan lembut mbak Ririn mendorongku menjauhi tubuhnya, Dia lalu merebahkan diriku menggantikan posisinya, Aku sekarang terlentang diatas ranjang, mbak Ririn memulai dari Dadaku yg bidang, dikecup dan dijilati putingku, Hm… hangatnya lidah Mbak Ririn disertai rasa geli2 nikmat pada putingku membuatku mendesah nikmat,



“Oooah…ohh…ah..”

Aku merasakan tangan mbak Ririn mengelus2 penisku, sesekali dia meremas lembut penisku dan membuat gerakan mengocok, membuat penisku semakin keras menegang. Kurasakan sapuan lidah mbak Ririn bergeser turun menyusuri bagian tengah perutku, seperti yg kulakukan tadi, mbak Ririn juga berhenti sejenak di pusarku dan memainkan lidahnya mengintari pusarku membuat Aku penasaran tidak sabar lagi menunggu penisku dikulum oleh lidah mbak Ririn.Aku lalu dengan lembut mendorong kepalanya, mengarahkannya ke penisku, mbak Ririn sepertinya tahu Aku sudah gak sabaran, dia lalu bergerak turun dan mulai dari mengecup kepala penisku, lalu di jilati bagian belakang penisku hingga kantung zakarku, lalu lidahnya memainkan kantung zakarku dan sesekali menggigit lembut kantung zakarku, tangannya tetap mengelus penisku dan mengocoknya perlahan , sepertinya mbak Ririn sengaja membuatku penasaran dengan permainan oralnya, perlahan dia lalu mengganti menjilati bagian depan penisku, lalu memainkan lidahnya menjilati kepala penisku, bergantian menjilati seluruh batang penisku tetapi belum mengulumnya.



“Oh..ahss…mbakkk… kok cuman dijilati….”

“hi..hi…gak sabaran yah..”

Mbak Ririn tersenyum manis padaku , kulihat dia lalu membuka mulutnya memasukkan penisku, Oh… hangatnya bagian dalam mulut mbak Ririn memberikan desiran sensasi kenikmatan, permainan lidahnya menjilati kepala penisku dalam mulutnya memberikan sensasi geli2 nikmat yg membuat seakan2 dari penisku menghantarkan denyut2 nikmat ke seluruh aliran darah dalam diriku.



“Oh..ah.. ah.. nikmat ..ses..se..kali…mbak..”

Permainan oral mbak Ririn memang yahud banget, dia dengan sabar mengulum penisku, sesekali memasukkan dalam sekali hingga tenggorokkannya, sesekali dia keluarkan dan hanya dijilati, lalu perlahan baru dikelum dan gerakan keluar masuknya diatur olehnya lambat dan sengaja mengeluarkan suara cup yg kuat saat dia keluarkan penisku dari mulutnya, bergantian dia menjilati kantung zakarku kembali dan menjilati lubang anusku juga, gilaaaa nikmatnya.. jikalau tidak sering masturbasi, pasti Aku sudah nembak sekarang.



Mbak Ririn lalu melepaskan penisku dan dia lalu tersenyum lagi padaku dan memelukku serta menciumku kembali, kami berdua saling berpagutan bibir, Aku merasakan penisku digengam oleh mbak Ririn dan dia mengarahkan penisku memasuki lubang vaginanya, hangat vagina mbak Ririn kurasakan saat penisku memasukinya, meskipun basah tetapi tetap terasa seret dan kurasakan penisku seperti dijepit kuat sekali oleh dinding lunak hangat dan berdenyut vagina mbak Ririn.



“Oh…ah….eenakk sesekali mbak..sss”

Aku mendesis menikmati cengkraman dinding vagina mbak Ririn, saat dia menggerakkan pinggulnya naik turun terasa olehku lebih nikmat lagi. Mbak Ririn memeremkan matanya, sepertinya dia juga menikmati sensasi sodokan penisku dalam lubang vaginanya, wajahnya yg cantik dengan mata merem menahan nikmat membuatkuy semakin terangsang, Aku merasakan seakan2 seluruh darah dalam tubuhku menuju ke penisku saja, terasa olehku denyutan nadi penisku yg juga dibalas oleh denyutan dinding hangat vagina mbak Ririn,



“Oh.. oh…ah..ah…”

Mbak Ririn makin mempercepat gerakan pinggulnya hingga kemudian dia menegang dan memekik,



“Auw…OOhhoh…ah..”

Mbak Ririn merebahkan dirinya didadaku, kupeluk dirinya kuat lalu Aku berguling sehingga posisi diriku sekarang diatasnya dengan penisku yg masih dlam vaginanya, Aku lalu menggerakkan pinggulku naik turun, membuat gerakan penisku keluar masuk vaginan



“Oh..ah..ah..”

Nikmat sekali cengkraman vagina mbak Ririn membuatku tidak sanggup lagi menahan dorongan kenikmatan dalam diriku yg sedari tadi kutahan,



“OOhh..oh..oh..”

Dengan kuat kulesakkan penisku sedalam2nya dengan tembakan spermaku kedalam vagina mbak Ririn, berulang kali kulakukan hingga kurasakan spermaku habis. Gantian diriku yg rebah memeluk mbak Ririn, kami berdua lalu saling bertatapan dan tertawa cekikikan, lalu lanjut saling berciuman dan bergumul kembali, kembali Aku mengulangi permainanku menikmati payudara mbak Ririn, begitu juga dengan mbak Ririn yg mengoral penisku dengan sabar, kami melanjutkan permainan sekali lagi , Kami berdua saling bergumul dan berganti posisi, gaya nungging, menyamping hingga kami berdua saling mencapai puncak kenikmatan,



malamnya kami memesan pizza untuk makan, lalu melanjutkan lagi permainan hingga kami berdua kecapaian. Besoknya setelah selesai berbelanja kami kembali mengulangi permainan bercinta kami.



Baca juga : 


0 komentar:

Posting Komentar

 
Top