Grab This Gadget »

Pada suatu liburan akhir pekan, aku akhirnya setuju untuk berlibur ke kawasan wisata Guci, kawasan ber suhu udara dingin karena terletak dibawah gunung Moga, setelah Anna. Istriku begitu ngotot memintaku menuruti keinginanya. Kami berangkat setelah istirahat makan siang sekitar jam satu. Sampai disana sekitar jam limaan disambut pekatnya kabut yang turun meski cuaca cerah. Kami langsung check in disebuah hotel berbintang yang menyediakan kolam renang air hangat, langganan kami. Sesampai dikamar aku memilih untuk berendam diair hangat untuk mengusir rasa penat tubuhku setelah menyetir beberapa jam lamanya. Sayub sayub kudengar Anna, sedang menelpon seseorang. Tidak terlalu jelas memang karena kami pisah ruangan, namun terdengar cara bicaranya sangat mesra seperti ngomong dengan pacarnya saja.
“ Awas kalau ga datanggg!” ucap terakhirnya sebelum mematikan hape
Ketika aku keluar dari kamar mandi, aku melihat istriku duduk mengangkang di sofa dalam keadaan telanjang bulat, ia tengah asyik mencukur bulu bulu kemaluannya. Aku hempaskan pantat di sampingnya sambil terus memandangi bagian tersexy dari tubuhnya itu. Helai demi helai bulu bulu itu dipangkas habis dan dibiarkan berguguran di atas sofa. Dalam waktu singkat selakangannya telah bersih dan dalam keadaan gundul eperti itu membuat gundukan vaginanya yang tebal dan melengkung penuh tampak semakin merangsang. Otot diselakanganku makin mendongak tegang dan menyembul dari balik handuk yang kulilitkan sebatas pinggang. Itu membuatnya tertawa gelid an sekaligus bangga.
“ Koq tumben di cukur sih, Say?” tanyaku penasaran
“ Variasi, Mas…..biar ga bosen!” jawabnya sekenanya.
Jawaban yang sebenarnya tidak bisa kuterima, karena ia pasti tahu kalau aku paling demen dengan yang berambut tebal, pasti ada maksudnya nih!. Namun aku tidak memperpanjang analisa karena kelelakian ku telah terangsang hebat saat ini hanya ingin mencari penyaluran saja. Kulingkarkan tangan pada pundaknya, lalu kucoba menciumi cuping telinganya. Anna menggerinjal kegelian lalu memelototkan matanya sebagai isyarat agar aku tidak mengganggunya. Kemudian ia kembali menyeka lipatan pahanya dengan handuk basah sampai bagian itu benar benar bersih dari sisa sisa bulu kemaluannya.
Aku terus berusaha menciumnya. Pada awalnya ia menolak dengan halus katanya “ aku mau mandi dulu ah, Mas Dani!”. Namun karena aku sudah sangat terangsang, aku terus memaksanya. Kutempelkan bibir pada bibirnya memaksanya berpagutan.
Akhirnya istriku mau juga melayaniku, ia ngangakan bibirnya lalu menjulurkan lidah. Kusambar lidahnya dan kukulum dalam mulutku. Untuk beberapa saat kami saling memagut penuh nafsu. Ia mendesah ketika dengan lembut kuremasi payudaranya yang montok dan kenyal. Putting susunya yang berwarna kecoklatan menegang dalam rabaanku. Ia lingkarkan tangan pada leherku dan menarik kepalalku kearah bawah sehingga mulutku tepat menyentuh putting susunya. Aku segera menangkap keinginannya lalu dengan penuh gairah kujilat dan kuhisap hisap hingga membuatnya semakin mengeras.
Kususupkan tangan dilipatan pahanya.Kutelusuri gundukan gundul itu mencari cari belahannya yang tepat berada ditengah dan terus bergerak turun. Kususuri bibir liang vaginanya yang mulai terkuak dan terasa basah. Ia mengelinjang ketika ujung jariku menyentuh kelentit yang mulai menonjol.
“ Oooougffffsssss……………..” desisnya manja.
Kupermainkan tonjolan kecil itu dengan menggelitikiknya perlahan. Kadang naik turun kadang memutar mutar. Liang itu menjadi semakin becek oleh lendir birahinya.
“ Mas….. sekarang! Cumbu….oh…cumbuin memekku donggg!” ucapnya terbata bata sembari mengarahkan mukaku pada selakangannya.
Kususupkan muka diantara pahanya yang dibuka lebar lebar. Kuciumi gundukan dan bibir vaginanya beberapa saat sebelum kujulurkan lidah menggelitiki kelentitnya. Anna mendongakkan kepalanya sambil merintih rinith keenakan dan meremas remas rambut kepalaku dengan gemasnya. Desahan erotisnya semakin menjadi jadi ketika kupakai jari jariku mengocok liangnya. Dengan liar ia goyangkan pinggulnya mengimbangi aksiku. Rupanya itu menambah sensasi kenikmatan baginya, dan tidak beberapa lama tubuhnya menegang! Ia menjerit sekeras kerasnya ketika meraih klimaks.
Ketika kucabut jemariku. dari dalam liang meleleh cairan dalam jumlah yang lumayan banyak. Kental dan berwarna keputihan.
Dengan cepat kutanggalkan handuk.Kuraup batang kemaluanku yang sudah sangat tegang itu lalu mengahmpiri kedua pahanya yang telah direntangkan selebarnya. Kugesek gesekan ujung kemaluanku pada bibir liang yang becek dan licin itu agar mendapat cukup pelumasan sebelum kupergunakan untuk mengebor lubang syuuurgawi itu.
“ Eeeeghhhgg……ss……” Anna mendesah ketika ujung kemaluanku mulai kupaksakan masuk, barangkali karena bentuk dan ukurannya yang jumbo sehingga terasa sesak saat melewati otot vagianya. Setelah merasa pas dan cukup pelumasan aku mulai menggerakkan rudalku keluar masuk. Mula mula lambat dan semakin lama semakin cepat. Anna terus mengerang dan menggelinjang keenakan.
Dengan bentuk batang kemaluanku yang rada melengkung memungkinkan ujung zakarku terus menerus dapat menekan tonjolan G spotnya. Itu membuat diirinya menjadi sangat liar dan cepat memperoleh klimaks. Dalam setiap ronde ia bisa oragasme berkali kali. Dan hal itulah yang membuat ia ketagihan bermain sex denganku dan aku tidak pernah kawatir istri cantikku itu akan berpaling kepada lelaki lain karena milikku sangat special baginya yang tidak mungkin digantikan milik orang lain.
Meski suhu udara disana sangat dingin, tetap saja peluh dengan deras membasahi tubuh kami berdua yang sedang mendulang kenikmatan dengan penuh nafsu. Aku memintanya merangkak diatas sofa dan aku menyetubuhinya dari belakang. Kuhujamkan batang kamaluanku dengan ganas keras dan sangat cepat. Kantung buah zakarku yang ikut bergoyang dengan keras menepuk nepuk pangkal paha nya sehingga menimbulkan suara gaduh, “ Plokkkk!Plokkk!Plokkk!......”.
Anna mendongakkan kepalanya keatas, berulangkali ia menjerit histeris setiap sodokanku memberinya klimaks. Pangkal pahanya terasa menjadi sangat licin oleh lelehan lendir asmaranya. Dan ia tampak seperti kelelahan akhirnya.
Kucabut batang zakarku lalu duduk di sebelahnya. Kulihat wajahnya semakin cantik ketika butiran peluh memenuhi seluruh tubuhnya. Tersungging sebuah senyuman yang sangat mesra dari bibirnya. Aku memintanya merampungkan gairahku. Dan tanpa perlu penjelasan ia telah mengerti. Ia raup batang kemaluanku, menjilati dengan mesra lalu mengulumnya dengan buas. Aku harus melenguh berulangkali merasakan kenikmatan hisapan mulut dan kocokan tangannya. Terlalu nikmat sehingga dengan segera aku mencapai ketegangan tertinggi. Ujung kemaluanku menggelepar gelepar. Ia terus dengan cepat mengocok. Laluuuu…. Aku melenguh sekeras kerasnya ketika ujung penisku memuntahkan lahar cintaku yang panas membulak bulak.
“Crotttttt……Crottttt……..Crottt ttt……………!”
Semburannya mengenai wajah cantik dan kedua buahdadanya. Setelah kekuatannya mereda, Anna dengan lahap menjilat dan menghisapi sisa maniku sampai bersih. Kemudian kami kembali berpelukan mesra sembari melepaskan pagutan layaknya sepasanag kekasih yang lagi kasmaran berat. Selanjutnya tanpa terasa kami telah terlelap beberapa saat lamanya. Ketika terjaga aku ditinggal diranjang sendirian sedangkan istriku memilih berendam air hangat dikamar mandi. Ia terlihat sangat rileks dengan balutan busa sabun dan beberapa batang rokok kegemarannya. Aku ikut masuk kedalam bath tube lalu secara bergantian saling membantu membersihkan diri. Sebelum jam tujuh malam kami telah selesai mandi dan telah bersiap siap menuju restaurant untuk bersantap malam. Aku memilih tampil santai dengan memakai celana tigaperempat dan kaos tanpa lengan, sementara istriku memilih mengenakan kaos ketat tanpa lengan dengan blouse mini setengah paha.Ia sengaja tidak mengenakan bra meski model potongan dadanya sudah cukup rendah sehingga terkesan malam itu Anna senagaja ingin memamerkan kemolekan belahan buahdadanya yang montok dan sangat menggiurkan. Ditambah lagi dengan kedua puttingnya yang tercetak dengan jelas pada kaos ketatnya, menjadikan penampilannya benar benar merangsang!.
Kami berjalan beriringan dan dengan keras berusaha menerobos barisan tamu tamu yang memadati restaurant itu. Tiba tiba Anna melambaikan tangan. Dimeja paling ujung sana tampak tiga orang lelaki dan seorang wanita membalas lambaian tangan istriku. kami bergegas menghampiri. Seorang lelaki, berkulit gelap spontan beridiri menyambut kehadiran istriku lalu tanpa canggung ia mencium bibir istriku dengan mesra. Istriku membiarkan saja dan bersikap santai seolah olah tidak terjadi apa apa.
Aku dibuat sedikit tercengang juga dengan apa yang baru saja kusaksikan.
“ Kenalin ni my Hubby!” ucap Anna kepada teman temannya dengan santainya.
“ Dani” ujarku.
“ Samy!” ucap lelaki yang mencium istriku tadi.
Apakah lelaki ini pacar baru istriku? Wajahnya jauh dari tampan. Tapi badannya yang tinggi besar dan usia yang jauh dibawahku mungkin mempunyai nilai tersendiri bagi seorang wanita seusia istriku. Kenapa istriku selama ini tidak pernah menyinggung soal pacar barunya? Padahal kami telah bersepakat untuk saling terbuka dengan setiap sudut kehidupan kami. Termasuk keinginan bersetubuh dengan orang lain. Bagi kami tidak ada istilah selingkuh asal diketahui dan disetujui berdua. Bagi kami selingkuh hanyalah selingan dalam berhubungan sex saja seperti halnya orang ingin mencoba berbagai macam menu masakan yang berbeda beda Kemudian ia akan kembali pada pasangan hidup masing masing.
“Rizto” ucap lelaki yang paling kurus.
“Tobi” ujar lelaki dengan wajah khas Timur Tengah itu.
“ Titik….” Aku wanita manis yang saat itu mengenakan tank top dengan motif kulit macan.
Dari segi usia sepertinya, Mbak Tiitik paling senior diantara kami, namun ia tetap saja terlihat menarik. Tank top itu seakan tidak mampu membungkusbuahdadanya yang berukuran besar sehingga bongkahan nya terlihat begitu menggoda. Kami berusaha saling mengenalkan diri dan mencairkan suasana dengan saling membagi obrolan dan guyonan ringan. Ternyata mereka sama sama sekantor dengan istriku. Nah baru sekarang aku dapat menangkap maksud istriku, rupanya mereka telah merencanakan suatu perayaan atau apapun namanya malam itu.
Lewat jam Sembilan restaurant segera diubah sedemikian rupa menjadi ruang pagelaran music. Berganti ganti jenis irama music rancak dilantunkan disco, cha cha, shalsa, dan sebagainya. Dengan sebuah tarikan tangan, Sammy berhasil mengajak istriku bergabung dengan pasangan pasangan lain yang sedang meliuk lukkan badan mengikuti irama music yang menghentak hentak. Tidak percuma istriku latihan aerobic setiap hari, ia tampak begitu lincah dan exotis ketika menggoyangkan tubuhnya mengiku ti irama. Tobi dan Mbak Titik akhirnya menyusul. Sementara Rizto menghilang entah kemana.
Setelah lewat jam sebelas malam, irama music dengan drastic diubah menjadi syahdu mendayu yang memaksa setiap pasangan untuk saling memeluk dengan rapat. Titik dan Tobi memilih kembali ke meja kami terlihat peluh membasahi dahi wanita cantik itu. Ia menyulut sebatang rokok lalu menghempaskan pantatnya di sofa empuk tepat disampingku duduk. Sedang Tobi juga ikut menghilang. Tinggal kami berdua yang tinggal. Kami saksikan bersama bagaimana mesranya Keduanya saling berdekapan. Tangan Sammy melingkari leher dan pundaknya sedang tangan istriku melingkari pinggang lelaki itu.
“ Mbak Titik, kapan mulai kenal my wife?” ujarku membuka perbincangan.
“ baru dua bulan lalu, mas Dani. Pas acara meeting nasional di Bogor…..” jawabnya sambil menguras isi gelasnya.
Sammy menempelkan bibir pada bibir istriku. Keduanya lalu terlihat saling melumat dengan penuh nafsu tanpa peduli dengan sekitarnya.
“ Mas ga cemburu liat yang seperti itu ya? “ Titik balik bertanya sembari menghirup dalam dalam rokoknya.
Aku menghembuskan asap rokokku lalu kucoba menjawab,” ya pasti ada dong perasaan cemburu, tapi karena kami telah bersepakat, ya kami bisa saling memberi kesempatan”
Titi menjelaskan bahwa Samy dimutasi. Ia harus kembali ke daerah asalnya di Kupang perhari Senin besok. Padahal benih benih cinta keduanya sedang bersemi. Dan ia sedikit meralat omongannya sendiri dengan mengatakan kalau istriku sebenarnya tidak mencintainya hanya butuh variasi dalam aktivitas sex saja. Wanita itu dengan keras meyakinkan diriku jika cinta Anna hanya untukku seorang dan selamanya.
“ makanya kami mengadakan sebuah acara, sebagai acara perpisahan…… “ lanjut Mb Titik.
“ Ohhh… gitu ya… ceritanya!”
“ Malam ini…… Mas Dani engga keberatan kan kalau istri cantik Mas Dani menemani Samy untuk yang terakhir kalinya? Please Mas……” katanya sarat permohonan.
“ Enggg……” gumamku
“ Jangan kawatir Mas Dani! Anda akan dapat ganti rugi! Malam ini ada wanita montok dan sexy siap melayani apapun kemauan Mas Dani!” imbuh Mb Titik sambil menggenggam tanganku.
Aku hanya bisa amengangguk dan tersenyum. Memang Mb Titik memiliki wajah lumayan cantik. Buah dadanya berukuran super besar dan pinggulnya benar benar padat membulat. Ia wanita yang sangat sexy. Kalau ia menawarkan diri seperti itu tentu tidak mungkin aku tolak.
Aku tidak sadar jika Sammy dan istriku telah menghilang dari pandangan mata. Aku tidak enak mengaju kan pertanyaan pada mereka, namun mereka dapat menangkap gelagatku yang sedang resah.
‘ Yuk kita susul……” usul Tobi.
Dan kamipun semua setuju. Ketika melewati sebuah kamar, Mbak Titik memberitahuku itu kamar Sammy. Aku belum sempat menanyakan kenapa kami tidak mengetuk saja? Ketiganya malah membuka pintu kamar sebelahnya.
“ Mas Dani ga mau, Mbak Anna terganggu kan?” jawab Rizto menyadarkan kekonyolanku.
“ Tenang semuanya, aku sudah menyiapkan perangkat intipnya…..” ucap Tobi sembari mengeluarkan seperangkat alat elektronik dan menyambungkannya pada pesawat TV.
Kami duduk di sofa sambil merokok menunggu si ahli computer itu menyelesaikan tugasnya. Awalnya terdengar erangan erotis seorang wanita. Kemudian muncul adegan yang sangat merangsang, sepasang manusia berlainan jenis tengah bergumul diatas ranjang dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Keduanya terlihat begitu bernafsu saling menuntut pelampiasan birahi yang sangat dahsyat bak sepasang kekasih yang tengah mabuk asmara.
Dengan mudah kukenali keduanya. Samy dan istriku tercinta. Samy dengan ganas memompa batang zakarnya yang berukuran monster itu, dengan panjang lebih dari dua puluh centi dan diameter lebih dari dua inci. Benda berwarna hitam mengkilat itu terus menerus mencecar lubang yang sarat dengan kenikmatan itu.
“ Eeeeeghhh…..uuuufghhhhh……Sammm m! Nikmattttttt!” erangnya sembari menggoyang goyangkan pinggul semampunya.
Anna mengangkat kedua kaki dan tangannya lalu melingkarkannya pada pinggang Sammy. Ia tekan pinggul lelaki itu kearah bawah sekuatnya. Sepertinya istriku menginginkan sodokan yang lebih dalam. Anna mendongakkan kepalanya sambil mengangakakan mulut ketika menerima tusukan rudal lelaki itu yang jauh menjangkau hingga bagian yang terdalam. Mulanya Sammy mengayun dengan irama lambat dengan sodokan sodokan panjang. Anna menjerit jerit histeris sambil mempererat dekapannya. Lalu Sammy mulai mempercepat ayunan pinggulnya. Dan sekarang menjadi sangat cepatttttt.
“ Aaaaaghhh…… aggghhhh…..agggggghhhhhhh…………… …………. “ pekiknya panjang.
Getah kepuasannya tampak meleleh keluar dari liang, kental dan berwarna putih, menempel pada batang kemaluan Sammy. Lelaki it terus menggenjot dengan keras dan cepat.Dan itu seperti memompa keluarnya cairan syurgawi milik istriku. Semakin lama tampak semakin banyak.
Kemudian keduanya terlihat menghentikan sejenak pergulatan sengit mereka. Mungkin mempersiapkan diri untuk ronde selanjutnya yang lebih seru. Anna meraih leher Samy dengan begitu manja. Ia mengajak lelaki itu berpagutan kembali. Keduanya kembali saling melumat penuh nafsu sementara batang monster Samy masih kuat tertancap di liangnya.
Anna menggulirkan badan sehingga kini ia yang berada diatas. Kemudian mulai mengayunkan pinggul maju mundur seperti sedang menggilas pakaian. Saking semangatnya terdengar suara keciplukan setiap liangnya menghisap dan mengelurkan batang monster Samy. Sementara lelaki itu memilih menempel kan mukanya pada payudara istriku dan dengan buas ia mengulum putting susu yang berada tepat diatasnya.
“ Memekmu luarrrr bisa nikmatnya, Sayyy……” gumam Samy sambil terus mempermainkan putingnya.
“ Kontolmu……….…memang hebattt, Sam! Aku menginginkanya sepanjang malam ini……” balas istriku sembari terus menggerakkan pinggulnya naik turun.
Samy terus merayu dengan membisikkan pujian setinggi langit mengenai kecantikannya, buahdadanya yang montok, pinggulnya yang sintal, lubang senggamanya yang sangat nikmat dan masih segudang lagi yang dilontarkannya. Kata kata manis itu seakan menjadi lecutan bagi gairah sex istriku. Dengan buas ia ayunkan pinggulnya sekeras dan secepat mungkin disertai desahan erotis dan napas yang memburu.
“Sammmm….ak…u….kluarrrrrrr…….. !” jeritnya kembali sambil secepat kilat mencabut batang kemaluan Samy.
“ Surrrr!....... surrrrr!........surrrrrr!..... ....” terjadi semburan hebat berulang kali dari lubang vagina istriku Cairan berwarna bening dalam jumlah yang sangat lebih banyak seperti sedang pipis. Sebelum kondisi istriku benar benar pulih, tiba tiba Samy dengan mantap dan cepat mengayunkan pinggulnya naik turun sehingga batang kemaluannya kembali menggesek keluar masuk seperti piston. Hanya perlu bebrapa ayunan saja untuk mendorong istriku menggapai klimaks berikutnya. Dan seperti tadi Anna buru buru mencabut batang zakar Samy sebelum memancarkan cairan asmaranya.
Anna melepaskan diri lalu mengambil posisi merangkak diatas ranjang. Ia meminta Sammy menyetubuhi dirinya dari belakang dengan gaya dogy. Namun Sammy tidak segera menuruti permintaan istriku, ia malah menjilati liangnya. Istriku tidak tahan diperlakukan seperti itu sampai ia mengungkit tinggi tinggi pantanya dan membenamkan mukanya pada bantal. Tubunya tampak gemetaran ketika lidah Samy membuatnya orgasme lagi. Setelah puas mempermainkan istriku, baru Samy menancapkan batang kemaluan yang sangat diingini istriku. Bak beruang terluka ia hujamkan rudal cintanya dengan sangat ganas mengaduk aduk lubang istriku yang sempit. Kembali Anna menunggingkan pinggul keatas semampu yang bisa dicapainya sambil membenamkan muka pada bantal. Gempuran bertubu tubi tanpa henti itu benar benar meluluh lantakkan pertahanan istriku. Ia berulang kali menjerit setiap mencapai klimaks tertingginya. Kedua lututnya sampai terlihat gemetaran. Barangkali karena sangat lelah setelah mendapat belasan kali orgasme. Sprei itu menjadi basah kuyub dilanda banjir cairan klimaks istriku.
Dengan suara parau dan gemetaran Anna meminta Sammy menyudahi gempurannya. Namun lelaki itu masih ingin mengayuh birahi bersamanya sehingga enggan berhenti. Sehingga terpaksa Anna dengan tegas menolak dan menyuruh Sammy terlentang. Giliran istriku sekarang yang melayani. Ia urut urut dengan mesra batang monster itu yang sudah memberinya sejuta kenikmatan birahi. Kemudian ia julurkan lidahnya. Dengan telaten dan mesra ia jilati seluruh perukaan batang kemaluan Sammy mulai dari ujung atas hingga kekantung zakar yang dibawah. Sammy melenguh ketika Anna mulai mengulum batang kemaluannya dengan sangat rakus. Dan lelaki itu terus saja mencercau ketika Anna menghisapi dengan sangat kuat dan menggocolnya dengan sangat cepat. Samy menegangkan kakinya. Kemaluannya tampak bergetarrr. Dan tangan istriku terus mengocoknya. Sampai akhirnya………“ Crotttttt …… Crott ttt …….Crottttt…………………….!” cairan mani Samy memancar dalam jumlah yang sangat banyak.
Keduanya lalu berpelukan kembali sambil berciuman mesra dan bergulingan diatas ranjang yang besar itu.

Tontonan mesum itu benar benar membuat aku dan Mb Titik teransang berat. Kami langsung merapat kan diri merapatkan bibir dan saling meliumat. Tangan kananku kupakai untuk meremasi kedua buah dada jumbonya meski masih terbalut kaos tank top ketat. Sebuah tangan membantuku memelorotkan talinya dari pundak sehingga kedua payudaranya yang seukuran jeruk bali itu menerobos keluar. Memang sudah tidak kencang lagi tapi tetap saja terlihat sangat merangsang. Kuturunkan mukaku lalu kujilati putingnya yang segera menjadi keras. Wanita cantik itu mulai mendesah.
Kuturunkan tangan kananku meraba bagian dalam pahanya. Lalu bergerak naik menyusup kedalam blous mininya. Wauw! Ternyata wanita itu tidak mengenakan celana dalam sehingga dengan mudah kutemukan hutan belukar lebat yang tumbuh memenuhi lengkungan segitiga dipangkal pahanya. Kudapati pula lubang kewanitaannya telah sangat becek dan licin.
“Uuhhhfff……………..ssssss” rintihnya sambil sedikit menggelinjangkan badan ketika jemariku menggelitik tonjolan kelentitnya.
Sementara itu Mb Titik menarik tangan Risto dan mengajaknya bercumbu sementara aku menikmati putting dan kelentitnya. Setelah sekian menit, muncul keinginanku untuk mencumbu vaginanya dengan bibir dan lidahku. Wanita itu benar benar dimanjakan oleh kami berdua, bibir atas bawahnya kami hadiahi dengan kenikmatan.
Risto telah melepas semua pakaiannya. Ia berdiri dan menyodorkan batang kemaluannya yang sudah sangat tegang itu kemulut Mb Titik. Spontan batang itu disambar dan mulai dijilati sebelum masuk dalam kuluman mulutnya yang ahli.
Kumasukkan jari tengahku kedalam lubang memeknya. Kuusap usap dengan lembut tonjolan G Spotnya seperti sedang menulis sesuatu pada kaca berembun. Mb Titik melenguh lenguh dan tangannya menjam baki rambutku sebagai tanda rasa nikmat yang sedang menyerbu dirinya. Kurasakan denyutan pada dinding dalam lubang senggamanya semakin lama semakin kuat. Setelah aku yakin wanita itu nyaris mencapai klimaks, segera kupercepat gerakan jariku keluar masuk. Dan wanita itupun memekik panjang sembari mengejan. Kucabut jariku tepat sebelum terjadi pancaran air syahwatnya. Lumayan banyak jumlahnya membasahi karpet dibawah sofa.
Mb Titik melepaskan Risto dan berbalik kepadaku. Ia tarik aku keatas. Ia lucuti seluruh pakaianku kemudian meraup batang zakarku yang sudah sangat tegang itu. Ia jilati tetesan bening kental dan lengket diujung lubang kemaluanku sebelum dengan lahap dan rakus ia masukkan kedalam mulutnya. Aku dibuatnya merem melek menahan nikmat.
Sementara itu Risto menggantikan posisiku tadi. Ia gantian menstimulasi klitoris dan lubang memeknya. Setelah Mb Titik memperoleh klimaks kedua kali, kami merubah posisi. Mb Titik merangkak dihadapan Risto mengulum batang kemaluannya. Sedang aku mendapat kesempatan untuk memasuki lubang kenikmatannya dari belakang. Meski tidak sekenyal dan sepulen milik istriku, liangnya tetap terasa sangat nikmat. Kuremas remas bongkahan pantanya sambil menghujani liangnya dengan sodokan sodakan keras dan sangat cepat. Mb Titik mengungkit pantatnya tinggi tinggi menjelang klimaks yang membuat jepitan otot otot vaginanya begitu kencang meremas batang kemaluanku. Namun aku tetap saja menggenjot dengan bersemangat. Jepitannya bertambah kuat…. Sampai ia menjerit histeris dengan tubuh yang sangat menegang.
Kembali kami merubah posisi. Aku dan Risto bertukar tempat. Kembali kurasakan nikmatnya kuluman dan hisapan mulut Mb Titik yang sangat ahli sementara Risto dengan gemas menyetubuhi dari belakang. Untuk meningkatkan rangsangan sengaja kususupkan kedua tanganku kedadanya. Kedua payudaranya yang ikut terayun ayun itu menjadi santapan remasan tanganku. Benar saja dengan cepat Mb Titik terbakar birahi, ia mencapai klimaks kesekian kalinya.
Kami pindah keranjang. Kubaringkan tubuh sintalnya dipinggir ranjang. Kubentangkan kedua kakinya lebar lebar sebelum kulesakkan batang kejantananku, “ Bleshhhhh!”. Dengan tempo sangat cepat kuaduk aduk dan kuobok obok lubang kenikmatannya sementara diatas Mb Titik dengan rakus melahap kemaluan Risto. Barangkali karena bentuk batang zakarku yang sedikit melengkung yang membuat ujungnya dengan sangat tepat menekan tonjolan G Spotnya. Mb Titik begitu histeris merasakan sodokan mautku. Berulangkali lubang memeknya memuntahkan cairan kental seputih susu setiap ia mengalami orgasme.
Rsito terlihat sudah tidak tahan lagi. Ia melenguh bersamaan muncratnya cairan sperma dalam hisapan mulut Mb Titik. Matanya sampai melotot maninya diisap dengan kuat dan ditenggak sampai habis oleh wanita cantik itu. Aku masih melumat vaginanya beberapa saat lamanya dan memberinya tiga kali klimaks lagi sebelum aku merasa ada yang mendesak minta dikeluarkan. Kucabut batang kemaluanku lalu kusodorkan kemulut MB Titik. Dengan penuh nafsu ia sambar kemaluanku lalu dengan sangat lahap ia menyedot dengan mulut dan dengan sangat cepat ia mengocok dengan tanganya. Tiba tiba Tobi yang sejak tadi asyik merekam dengan mini handycamnya, telah bergabung dengan kami. ia gantian menancapkan batang kemaluannya ke lubang vagina Mb Titik. Aku melenguh tatkala kurasakan tegangan puncak. Tubuhku sampai gemetar dan batang kemaluanku ikut bergetar. Dan dalam hitungan detik, aku menyemburkan air mani yang dihisap dan ditelan habis oleh Mb Titik. Aku benar benar tidak tahan lagi setelah Mb Titik terus saja menguras tetesan maniku, dengan cepat aku melepaskan diri. Sekarang gantian Tobi dan Risto yang menghajar wanita sexy itu sedang aku terlelap kecapaian diatas sofa…..




Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top