Grab This Gadget »

Sebelum jam enam pagi keesokan harinya kami telah berkumpul dikolam renang air panas yang menjadi salah satu unggulan di hotel itu. Sudah banyak tamu tamu yang tiba terlebih dahulu terlihat asyik bercengkrama dengan dinginya udara dan hangatnya air kolam. Aku sangat senang melihat penampilan istriku yang saat itu mengenakan bikini bertali. Menyuguhkan sepasang payudara dan bongkahan pinggul yang padat bulat menonjol yang tampak serasi benar dengan perut yang rata. Ia tampil begitu mempesona bak pahatan dewata yang indah mengundang hasrat kelelakian setiap yang melihatnya.
Dengan lincah dan gemulai ia meluncur membelah permukaan air dengan gaya dada yang menawan diantara tatapan mata takjub beberapa pasang mata lelaki yang ada disana. Tatapan nakal menyiratkan pikiran mesum dan nafsu. Namun sang bidadari cantik terus saja berenang di hangatnya air kolam tanpa terpengaruh sedikitpun. Setelah tiga kali bolak balik melintasi panjang kolam, Anna merasa cukup lelah lalu keluar dari kolam menuju ketempat kami berkumpul dikolam kecil pembilasan yang dilengkapi wirepool. Ketika ia melintas mengitari kolam kembali dirinya menjadi daya tarik seperti magnet yang kuat bagi belasan pasang mata lelaki yang berada disana. Seakan mereka ingin menelanjanginya.
Setelah bergabung kami menyambutnya dengan cipratan air yang kami buat dengan cara menepukkan telapak tangan dipermukaan air. Ia menjerit kaget kemudian berusaha membalas serangan kami dengan cara yang sama.
“ gila elu mainnya semalam, Na……” ujar Mb Titik membuka perbincangan setelah istriku duduk diantara diriku dan Samy.
“ Ih! Kalian ngintip yaaa…..??!!!” protesnya.
Tobi menyodorkan ipadnya ke Mb Titik yang diteruskan hingga tiba ditangan istriku. Tampil rekaman adegan persetubuhan antara istriku dan Samy semalam, hasil mengintip dari mini optic yang sengaja dipasang Tobi dibebrapa sudut kamar, sehingga setiap adegan dapat diikuti dengan detail karena di shoot dari berbagai sudut.
“ Sialannnn elu smua!” seru istriku memprotes. Pipinya merona merah pertanda marah, malu dan jengah bercampur menjadi satu, “ Siapa sih yang tega ngerjain seperti ini????” imbuhnya.
“ tenang Say……. Itu permintaan Samy” jawab Risto.
Anna memelotortkan mata lebar lebar kearah lelaki itu tatapanya menyiratkan tanda Tanya dan kegusa ran. Samy hanya tersenyum senyum ringan. Sehingga dengan gemas istriku mencubit dada Samy dengan keras. Lelaki itu mengaduh dan berusaha menghindar dari cubitannya.
“ Sorry…..sorry… Na…. aku pingin punya sebuah kenang kenangan indah dengan kamu!” ujar Samy menerangkan namun tertap saja istriku memburunya dengan cubitan cubitannya.
Setelah merasa cukup puas mengumbar rasa jengkelnya, Anna kembali tenang lalu menegak bir dari gelasku dan menyulut rokok menthol kegemarannya. Wajahnya tidak segusar tadi dan mulai terlarut dalam suasana canda ria kami. Tak terasa sudah lebih dari lima botol bir dan belasan batang rokok kami habiskan, satu jam lebih kami telah lewatkan disana dan perut kami telah bersuara menuntut untuk diisi. Kamipun bubar menuju kamar ganti lalu berkumpul lagi di ruang restaurant.
Anna dan Mb Titik sepakat memilih mengenakan tank top ketat dengan hot pants saat itu. Keduanya sepertinya sengaja ingin terlihat sesexy mungkin saat itu. Keduanya sengaja tidak mengenakan bra sehingga putting mereka tercetak dengan jelas di tank top yang mereka kenakan. Sungguh penampilan yang membangkitkan nafsu dan pikiran mesum.
Meja direstauran itu berukuran kecil dan hanya pas untuk berdua dua. Aku dan istriku duduk semeja, Mb Titik dan Samy, Rsito dan Tibo dimeja yang lain. Sembari menyantap sarapan pagi kami, iseng iseng aku menyempatkan diri mengajak istriku ngobrol menyangkut hubungannya dengan Samy.
“ Engga lah Mas Dani! Aku masih memegang teguh komitmernt yang kita buat. Aku cuman butuh variasi permainan saja….. ga…ga ada rasa cinta…. Percayalah Mas!” jawabnya meyakinkan diriku saat kutanyakan apakah dirinya mencintai Samy karena perilakunya yang tidak biasa dan cenderung terkesan berlebihan.
“ Mas Dani kan udah liat sendiri kan, ukuran “punya” Samy yang super itu? Jujur aku sangat menyukainya Mas! Dan hanya sebatas cari alternative saja……..” imbuhnya saat ia menangkap keraguanku.
“ Bagaimana dengan Mb Titik? Sangat “hot” kan, mas? Oral sexnya jago khan?” lanjutnya mengalihkan pembicaraan.
“ Ya…. Gitulah…… yang jelas ga ada yang bisa menggantikan dirimu, Honey!” jawabku jujur.
“ Sorry Mas! Aku mesti melayani Samy…. Doi akan dimutasi jauh ke bagian timur dan ini mungkin perjumpaan terkahir kami, kasihan dong kalau ia ga dapat kenangan yang manis?”
“ Tapi kenapa mesti hanya mengingini dirimu, Na? Kenapa engga dengan Mb Titik?”
“ Mereka tuh sudah cukup lama menjadi satu klub swinger, hampir setahun. Dan mestinya ga salah to sebagai lelaki normal, Samy ingin mencicipi kenikmatan wanita lain? Lebih muda dan lebih cantik lagi……” jawabnya polos.
“ Terus kapan klian mulai menjalin hubungan?” seldikku.
Anna kemudian menceritakan dengan singkat, dimulai dari acara meeting antar kantor cabang yang diadakan tiga bulan lalu di hotel yang kami tempati sekarang. Pada malam pertama, Mb Titik sempat mendekati istriku dan menyampaikan ungkapan Samy, lelaki itu tertarik dan jatuh hati dengannya. Awalnya Anna tidak mempedulikan, namun Mb Titik terus saja berusaha membujuk dengan mencerita kan aktivitas kelompok mereka. Dan menyatakan pujian setinggi langit soal ukuran alat vital dan kemam puan aktivitas ranjang Samy.
“ Ih! Guedene….. dan hitam mengkilap, Na!” ujarnya bersemangat.
Kata kata itu memunculkan rasa penasaran juga di hati istriku. Dan setelah dua hari dibujuk rayu dengan keras, akhi nya luluh juga hatinya. Dimalam kedua itu, Samy berhasil meniduri istriku. Dan ternyata apa yang diceritakan Mb Titik bukan isapan jempol. Lelaki itu memang pejantan yang sangat tangguh dalam bercinta. Semalaman istriku dibanjiri kenikmatan duniawi, dan berlanjut pada malam malam berikutnya. Sejak saat itu ketika aku berdinas diluar kota keduanya mengadakan kencan demi mengumbar birahi cinta.
“ Jujur aku sangat puas, Mas! Sebatas kenikmatan sexual saja. Jadi tidak mungkin menggantikan kepuasan yang kamu berikan sebagai suami, yang memberiku kepuasan yang didasari cinta……….” Ucapnya dengan tatapan yang sangat serius.
“ bagaimana dengan Samy?
“ ia sih sangat mencintaiku, Mas! Ia pernah ngotot ngajak lari, tapi jelas aku tolak. Dan kesempatan ini menjadi kesempatan terakhir bagi hubungan kami……” lanjutnya sambil menghembus kan asap rokoknya.
Dari tatapan mata dan nada bicaranya, ku nilai Anna menyampaikan isi hatinya dengan sangat jujur. Aku hanya bisa menghela napas panjang. Ahirnya……………... akupun dapat memahami dan merelakan istriku melanjutkan rencananya.
Selesai makan Samy menghampiri meja kami, ia mencolek tangan istriku sambil minta ijin padaku untuk mengajaknya pergi. Anna memandangiku dengan tatapan ragu. Kubalas dengan senyum lebar dan anggukan kecil sebagai isyarat aku memberinya restu. Dengan riang gembira Samy merangkul pundak istriku membawanya keluar dari restaurant entah kemana.
“ Paling masuk kamar, Mas……” bisik Mb Titik
“ He eh…….” Jawabku sambil lalu pura pura tidak peduli padahal timbul juga sedikit rasa cemburu dalam hati.
Entah siapa yang mengusulkan kami kemudian memilih melangkahkan kaki mengitari areal wisata mencoba menikmati keharmonisan alam dan suasana pegunungan yang asri. Kawasan itu sudah ramai dipenuhi pedagang sayuran, mainan, dan jajanan yang sangat gigih menawarkan dagangannya kepada setiap pengunjung yang melintas. Setelah hampir satu jam kami berkeliling, tiba tiba ponselku menyalak ada panggilan masuk. Ternyata dari ponsel milik istriku.
“ Loooo….” Sapaku
“ Mas Dani….. lagi dimana ? ” tanyanya.
“ Muter muter ama temen temen nih………”
“ Enggg… Mas Dani mau engga gabung ama kita? Aku pingin banget loh Mas ber three some lagi kayak pas liburan di Bali tempo hari itu! Bagaimana Mas?”
“ engh……”
“ ayolah Mas! Please! ” potongnya memaksa.
Akupun akhirnya setuju lalu berpamitan dan bergegas menuju tempat kamar Samy. Ketiganya Mb Titik, Risto, dan Tobi diam diam menguntit dari belakang “ pasti mereka telah merencanakan pengintipan seperti tadi malam, masa bodo ahhh!.” Pikirku.
Anna yang membukakan pinta kamar setelah aku mengetuknya beberapa kali. Rambutnya yang dicat merah bata itu terlihat acak acakan , wajah dan badanya tampak basah oleh keringat hanya berbalutkan sebuah handuk saja. Terkesan jelas seperti habis melakukan pergumulan ranjang yang panas. Ekspresi dan penampilannya membuat dirinya terlihat semakin cantik dan menggairahkan dimataku.
“ Yuk masuk Mas! “ sapanya sambil menarik tanganku dan menutup pintu.
Kulihat senyumnya yang sangat manja dan menggoda yang membuat aku kasmaran. Kudekap erat tubuhnya lalu kurapatkan bibirku pada bibirnya. Istriku membalas ciuman yang sangat dalam dan panas. Beberapa menit kami beradu bibir melepaskan dahaga asmara saling melumat dan menghisap dengan dalam dan mesra. Dengan cepat api gairah kami tersulut dan membakar dengan hebat menuntut kami melakukan level permainan yang lebih tinggi lagi. Anna menarikku ke ranjang besar. Sprienya awut awutan dan terlihat menempel banyak bercak lendir yang masih basah disana. Kondisinya bagaikan habis terkena ledakan bom saja.
Heran, saat itu tidak kutemukan Samy di salam kamar. Istriku seperti menangkap isi apa yang ada dalam benakku, ia mengarahkan dagunya kearah teras memberi tanda keberadaan lelaki itu. Samy berdiri dipagar teras melayangkan pandangannya menikmati panorama perbukitan yang asri sambil merokok. Hanya berbalutkan handuk sebatas pinggang.
“ Berapa kali lelaki itu menghajarmu, Na?” pancingku.
“ sudahlah Mas! Kita langsung saja….aku sudah kebelet dipuasin Mas Dani…………..!” protesnya.
Anna mendorongku dengan lembut hingga aku terlentang diranjang. Sementara itu ia menanggalkan handuknya dengan gaya yang sangat menggoda. Mendadak otot di selakanganku menjadi tegang dan mengeras menyaksikan kemolekan sepasang payudaranya yang padat membulat serta gundukan segitiga di pangkal pahanya yang licin tanpa bulu. Ia tersenyum bangga menyaksikan kelelakianku terangsang hebat olehnya, kemudian ia lepaskan celana pendek yang kupakai dan langsung menyuruk kan muka diselakanganku.
Aku merasa jilatan dan hisapan mulutnya menjadi beberapa kali lebih nikmat dari biasanya, mungkin karena terpengaruh suasana yang istimewa saat itu.Dengan sangat bernafsu kuraih pinggulnya lalu menarik kearah atas sedemikian hingga pangkal pahanya tepat berada diatas mukaku. Kulihat bibir lubangnya telah merekah dan mengkilap karena becek birahi. Sepontan tercium olehku aroma khas yang membuat gairah kelelakianku semakin tinggi, sehingga aku tidak mau menunda waktu untuk menjulur kan lidah menjelejahi dan menikmati setiap mili bagian tubuhnya yang menjajikan berjuta kenikmatan itu. Beberapa saat lamanya kami saling menjilat dan menghisap apa yang ada didepan kami masing masing dengan penuh nafsu.
Lubang itu terlihat seperti berdenyut denyut. Semakin lama semakin kencang disertai melelehnya cairan bening yang licin dan terasa agak asam. Dan suatu kali ia memekik kecil sambil menenggelamkan mukanya diantara kedua pahaku dalam dalam…….. “ Serrrr…..serrr…….serrrr….” dari dalam lubang tiba tiba meneteslah cairan bening dalam jumlah yang banyak, beruntung aku bisa mengelak sehingga tidak sempat menelannya.
Kami berguliran daitas ranjang untuk merubah posisi. Aku tetap terlentang sedang ia berjongkok diatas berhadapan muka denganku. Batang zakarku yang sudah sangat tegang dan basah kuyub oleh air ludah nya ia dongakkan keatas sementara ia menurunkan pinggulnya. Ujung batang kemaluanku yang runcing tepat menempel di permukaan lubang kenimatannya. Anna terus menekan pinggulnya kebawah hingga..
“ Bleshhhhh…..!” batang kejantananku terperosok masuk sampai kepangkalnya.
Kami berhenti sejenak menikmati saat saat tubuh kami sedang menyatu padu itu. Saling menatap penuh gelorta asmara sambil menunggu segalanya siap pada posisinya.
Anna mulai memutar mutar pinggulnya maju mundur dengan sangat bergairah sedang aku memilih meremasi kedua buahdanya yang ikut terayun ayun menggoda. Sesekali kujilat dan kukulum putingnya. Anna semakin terangsang dan mempercepat gerakannya. Tubuhnya bergetar disertai menyempitnya dinding dinding lubang surgawinya. Kembali ia memekik saat dilanda klimaks. Terasa lubang itu dibanjiri lendir yang sangat basah dan licin.
Anna menggeser tubuh, ia masih jongkok diatas namun dengan posisi memunggungiku. Ia kembali menggilas maju mundur dengan irama yang sangat cepat dan menghentak hentak. Dalam posisi seperti itu membuat denyut otot dinding dalam lubang senggamanya terasa memijat mijat dan memeras meras batang kemaluanku yang ada dalam jepitannya. Sungguh sangat nikmat.
Tanpa kusadari, Samy telah bergabung. Ia mengajak istriku berciuman dengan sangat dalam. Tangannya sibuk meremasi buahdadanya secara bergantian. Gairah wanita cantik itu dengan cepat mencapai titik didih. Ia hentakkan pinggul sekencang mungkin menjelang mendapat klimaksnya.
Samy membaringkan diri terlentang di samping istriku. Dan istriku segera menyerbu otot sepanjang dua puluh centi itu lalu melahapnya penuh nafsu. Aku tetap menyetubuhinya dalam posisi tubuh yang dimiringkan sambil menciumi tengkuk dan meremasi payudaranya. Kusaksikan bagimana lidah serta mulut istriku yang sedang kesetanan melahap dan mempermainkan batang monster berwarna hitam mengkilat itu. Pemandangan yang sangat merangsang.
Setelah sekian menit pergumulan berlangsung, kembali Anna menjerit histeris sembari mengejankan tubuhnya disertai memancarnya getah kepuasan untuk yang kesikian kali. Kulihat titik titik peluh mulai memenuhi wajah cantik dan tubuh sexynya. Ia terlihat semkain cantik dan merangsang dalam keadaan basah seperti itu.
Aku dan Samy berganti posisi, aku sekarang yang mendapat kesempatan merasakan lahapnya mulut dan lidahnya sedang Samy mendapat giliran menikmati lubang surgawinya dalam posisi badan setengah dimiringkan. Dengan sudut pemasukan seperti itu ujung kemaluan Samy semakin keras menekan G Spot istriku sehingga dengan cepat klimaks itu datang menghampirinya diiukuti semburan cairan bening dalam jumlah yang sangat banyak.
Hampir bersamaan, kurasakan ujung batang kemaluanku yang ada dalam kuluman istriku menggeliat dan bergetar hebat dalam pucak ketegangan. Lalu kulepaskan semburan lahar kenikmatanku yang panas membulak, “ Crottttttt…….Crotttttt…….Crott ttt…………………!”. Setiap pancaran dihisap dengan kuat yang menbuat mataku terbeliak keenakan sampai tetes terakhir.
Baru saja aku bisa menarik napas lega ketika aku menangkap sekelebat tiga bayangan manusia di teras yang sepertinya sudah lama mengintip disana. Ketiganya lalu masuk kedalam kamar sambil cengar cengir karena ketahuan. Ternyata Rsito, Mb Titik dan Tobi. Kulihat mini handycam ditangan Tobi dan ia terus saja merekam.
“ Sialannnn kalian semua!” seru istriku yang menyadari telah diintip oleh ketiga rekannya sambil berusaha menutup ketelanjangannya sebisanya dengan bantal.
Ketiganya malah tertawa lepas menanggapi makian istriku. Dan Mb Titik melangkah maju menghampiri sambil menanggalkan pakiannya satu persatu. Wanita itu tanpa ragu langsung menyergap istriku dengan ciuman yang sangat ganas. Aku sempat melihat lubang mekinya telah basah kuyub oleh lendir nafsunya sebelum aku tinggalkan ranjang dan duduk disofa. Samy menahan diri dan seperti kami lebih senang menyaksikan kedua wanita itu saling memagut dan meremas.
Setelah sekian menit berlangsung, Mb Titik meminta istriku mengangkang diatasnya dengan posisi 69. Keduanya dengan bebas saling membagi kenikmatan dengan saling menjilat dan melumat lubang yang tepat berada didepan mulut masing masing. Pemandangan yang sangat merangsang.
“ Ayolah Sam! Masukin donggggg!” pinta istriku.
Tanpa disuruh dua kali, Samy segera bergerak. Ia tancapkan dengan mantap batang kemaluannya ke liang berair yang telah menunggu untuk dimasukin. Lalu dengan keras dan cepat Samy mengeluar masuk kan benda itu sementara dibagian bawah Mb Titik masih sibuk menjilati kelentitnya. Istriku mendesah desah keenakan dan segera mendapatkan orgasmenya.
Tobi kini telah mendekat dan berusaha melesakkan batang kemaluannya pada lubang senggama Mb Titik yang telah siap dimasuki. Kemudian lelaki itupun mengayunkan pinggulnya maju mundur bak orang kesetanan. Samy kembali menyodok istriku dengan keras dan cepat sementara kedua wanita itu kembali melanjutkan menjilat kelentit yang ada didepan mulutnya masing masing. Terdengar suara erangan yang kacau dari kedua mulut waita cantik itu sampai akhirnya keduanya mencapai puncak dalam waktu yang hampir bersamaan.
Mb Titik mencabut batang kemaluan Samy dari liang vagina istriku, lalu dengan rakusnya ia lahap batang kemaluan yang masih belepotan dengan cairan kepuasan istriku sementara Tobi terus menyerbu dengan genjotan batang zakarnya yang panjang. Istriku memilih beranjak dari sana dan bergabung denganku merelakan teman temanya gantian berpesta. Tak lama kemudian, Samy melenguh saat dirinya tak mampu lagi menahan muncratnya cairan kejantanannya. Mb Titik menghisap dan menenggaknya hingga selesai dengan sangat lahap.
Rsito menggantikan posisi Tobi yang memilih menyodorkan batang kemaluannya ke mulut wanita montok itu. Beberapa menit ketiganya mengumbar nafsu habis habisan didepan mata kami sampai ketiganya kelelahan sendiri dan terjungkal diranjang dengan kepuasan total.

Sore harinya kami meninggalkan hotel kembali kekota kami. Sepanjang perjalanan istriku tertidur pulas disampingku. Ia pasti sangat kecapaian dua hari di kerjain olehku dan Samy, Pacarnya.

Pucuk pucuk pinus terlewati oleh kami,
Tertinggal dalam dingin dan bekunya alam
Namun memori indah yang telah tercipta disana
Tak’kan pernah lepas dari ingatan

Selamat jalan Samy……….



_THE END_


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top