Hari itu setelah mengantar istriku ke bandara, aku langsung pulang. Badanku masih terasa capek setelah kemarin sore hingga malam ML dengan istriku karena hari ini aku nggak ada kegiatan di kampus, seharian aku tidur di rumah. Paginya aku ada kegiatan praktek di RS hingga larut malam. Akhirnya karena kecapekan aku tidur lelap sekali malam itu.
Esok harinya aku bangun kesiangan. Saat hendak mandi aku cek HPku. Ternyata ada SMS dari Sally.
Sender: Sally
“Ntar malam jam 7 ditunggu di rumah”
Reply....
"OK...”
Ketika aku tengok rumah Sally, mobilnya nggak kelihatan. Berarti Sally sedang tidak ada di rumah. Menunggu hingga jam 7 malam pasti sangat membosankan. Untungnya siang ini aku ada janji dengan beberapa pasien di RS yang akan aku jadikan sebagai responden. Akhirnya setelah mandi aku pergi ke RS. Jam 5 sore aku selesai dari RS. Karena jam 7 aku harus ke rumah Sally, maka aku bergegas pulang ke rumah. Tiba di rumah sudah jam 6 petang. Aku lihat mobil Sally sudah ada di depan rumahnya, pasti Sally sudah ada di rumah pula. Akupun segera mandi dan siap2 ke rumah Sally. Jam 6.30 aku sudah ada di rumah Sally.
“Permisi...” kataku sambil mengetuk pintu. Begitu pintu terbuka, Sally langsung menarikku kedalam rumahnya memelukku lalu mencium pipi kiri dan kananku. Mendapat perlakukan yang nggak terduga tersebut, aku kaget dan jantungku berdegup kencang. Sallypun kemudian segera menutup dan mengunci pintu rumahnya.
Astaga! Sally hanya mengenakan lingerie transparan warna ungu. Dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata ia tidak mengenakan BH membuat payudaranya yang montok dan kencang dengan pentilnya yang besar itu menggentung indah. Sedangkan bagian memeknya hanya tertutup oleh CD G-string yang sangat mini berwarna krem transparan. Bukit memeknya terlihat sangat cembung dan bulu2 jembutnya terlihat sangat lebat hingga sebagian keluar dari sisi kiri, kanan dan atas CDnya. Aku sungguh terpesona melihat pemandangan tersebut. Nggak nyangka Sally sebegitu beraninya berpakaian seperti itu di depanku.
Dadaku berdegup kencang, mataku membelalak dan mulutku terbuka. Kupandangi tubuh wanita Cina yang putih mulus, cantik, montok dan seksi itu dengan nafas yang menderu-deru. Sally tersenyum manis.
“Cepat banget datangnya. Baru juga jam 6.30. Duduk dulu Rud... sori saat kamu ketuk pintu aku baru saja mau mandi, daripada kamu kering karena kelamaan menunggu di depan pintu makanya dengan pakaian seadanya aku menemui kamu” Sally berusaha menjelaskan alasan dia berpakaian seperti itu.
“Nggak apa2... sering2 aja kayak gini. Lumayan buat penyegaran mata” jawabku menggodanya.
“Wo maunya...” potong Sally sambil mencubit pinggangku.
“Aku mandi dulu ya Rud, biar segar. Malu sama kamu yang sudah rapi dan wangi...” sambung Sally lalu berjalan menuju kamarnya. Saat berjalan bongkahan pantat Sally yang besar dan putih mulus itu bergoyang-goyang indah mengikuti gerak langkah kakinya. Sungguh pemandangan yang membangkitkan gairah. Melihat semua itu kontolkun jadi tegang dan keras.
Setelah dua puluh menit menunggu akhirnya Sally muncul. Ia membuatku terkesima. Rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan tergerai. Wajahnya terlihat segar dan cantik. Ia mengenakan baju tidur berwarna krem.
Pakian tidur yang dipakai Sally dari bahan yang tipis, walau tidak setransparan lingerie yang tadi dikenakan namun pakaian dalam yang dikenakan tetap saja terlihat dengan jelas. BH merah kecil yang dikenakannya hanya mampu menutupi sepertiga payudaranya yang besar dan kencang tersebut, memberikan pemandangan yang sangat menakjubkan. CD G-string warna merah yang dipakainya semakin memperjelas bentuk pantatnya yang bulat, besar dan mulus tersebut. Pemandangan yang menggairahkan ini spontan membangkitkan nafsu birahiku. Kontolkupun berdenyut-denyut dan semakin tegang.
Sally duduk tepat didepanku.
“Sori ya Rud, kemarin aku masuk rumahmu tanpa permisi. Habisnya aku ketuk2 pintu gak ada yang jawab. Saat aku buka pintunya ternyata tidak terkunci. Aku coba masuk kedalam rumahmu. Namun saat aku sampai di ruang tengah aku dengar suara rintihan dan desahan perempuan yang berasal dari dalam kamarmu. Dan ternyata pintu kamarmu tidak tertutup dengan rapat sehingga aku dapat melihat kamu sedang ngentot” jelas Sally.
“Jadi kamu melihat semuanya?” tanyaku.
Sally mengangguk dan tersenyum malu, “Sori, Rud. Aku jadi malu ketahuan ngintip” jawabnya.
Selama pembicaraan itu mataku tidak terlepas dari sepasang payudara Sally yang menonjol padat. Dan karena posisi duduknya sering bergerak-gerak membuat baju tidurnya semakin naik ke atas pahanya sehingga aku dapat melihat dengan jelas celah gelap dari balik CDnya bahkan aku melihat bulu2 keriting keluar dari samping kiri dan kanan serta dari atas CD Sally. Tidak salah lagi pasti bulu2 jembut Sally sangat lebat. Kontolku pun semakin tegang di dalam CDku. Beberapa kali aku menelan air liur membayangkan nikmatnya kalau bisa menggumuli tubuh bahenol nan seksi ini.
"Awas Sal, jangan dibuka terus nanti masuk angin" candaku sambil menunjuk ke arah selangkangannya.
“Ah kamu...” Sally tersipu dan merapatkan kakinya. Namun dari raut wajah dan sorot matanya aku tahu kalau Sally senang dengan godaanku tersebut. Dan aku pun tahu kalau sebenarnya Sally juga sedang menahan gejolak nafsunya. Terlihat beberapa kali dia sempat mencuri-curi pandang kearah tonjolan kontolku. Wajahnya memerah menahan gejolak nafsunya.
Tiba2 Sally berdiri dari posisi duduknya langsung kurangkul dia dalam pelukanku. Aku lumat bibirnya. Payudaranya yang montok dan kenyal itu menekan dadaku. Tubuh seksi itu bergetar. Denyut jantungnya terasa olehku. Tanganku melingkar ke bongkahan pantatnya yang bulat dan padat itu. Kurengkuh tubuhnya agar lebih rapat lagi ke tubuhku. Ia menggeletar dalam pelukanku ketika lidahku mulai menggelitik rongga mulutnya dan sesekali aku sedot lidahnya dengan bibirku. Dengan penuh nafsu Sally membalas lumatan bibirku di bibirnya tersebut. Kujulurkan lidahku dan menerobosi mulutnya. Lidahku segera disambut oleh permainan lidahnya. Celanaku mulai terasa sesak karena gerakan kontolku yang semakin mengeras.
"Sudah... ah" potong Sally sambil melepaskan bibirnya dari lumatan bibirku, "Nanti kita teruskan lagi. Sekarang kita makan dulu, yuk. Lapar nih" ajaknya.
Sally mengajakku ke meja makan. Dan kamipun menikmati hidangan makan malam yang sudah disiapkan olehnya.
Selesai makan malam, kami duduk santai di beranda belakang rumah Sally sambil menikmati indahnya bulan purnama yang bersinar cukup terang malam itu. Kami duduk berdampingan di bangku panjang. Sally menyandarkan kepalanya dibahuku sambil bercerita tentang masa lalunya.
Diumurnya yang sudah 32 tahun ini, sudah hampir 5 tahun dirinya tidak pernah merasakan nikmatnya hubungan seks lagi. Saat ia berumur 27 tahun ia ditinggalkan oleh suaminya. Suaminya meninggal tepat satu bulan setelah pernikahan mereka karena Leukimia. Dia sangat terpukul dengan kepergian suaminya tersebut. Disaat mereka masih sedang hangat2nya menikmati indahnya pernikahan, dengan tiba2 dan dalam waktu yang sangat singkat, suaminya meninggalkannya untuk selamanya. Karena rasa cintanya yang sangat dalam terhadap almarhum suaminya, sejak itu untuk sementara waktu dia tidak dapat menerima laki2 lain. Dia masih belum bisa melupakan almarhum suaminya.
Sebagai perempuan normal, kadang-kadang ia merasa butuh belaian seorang lelaki, rindu akan sentuhan-sentuhan lelaki, dan memeknya kadang-kadang gatal ingin merasakan lagi sodokan-sodokan ****** lelaki, tapi ia masih trauma. Ia merasa takut akan kehilangan lagi dan ia tidak mau kecewa lagi.
Dia sadar sebagai perempuan dia mempunyai tubuh yang sangat sexy sekali. Bentuk tubuhnya sangat bagus, kulitnya putih mulus dan sangat halus sekali. Ukuran payudaranya 38C. Bentuk pantatnya bulat, besar dan indah. Pinggangnya ramping ditambah sepasang kaki yang jenjang. Sungguh bentuk tubuh impian para lelaki.
Banyak lelaki mencoba untuk mendekatinya, tetapi semuanya berlalu begitu saja karena tidak mendapat respon darinya. Bahkan teman2 bisnisnya banyak yang berpikir bahwa dia adalah seorang lesbian.
Namun sejak pertama kali bertemu denganku saat ia baru saja pindah rumah, ada getaran perasaan dalam dirinya. Saat itu aku langsung membantunya walaupun kita belum saling kenal. Saat itu dirinya langsung tertarik denganku. Wajahku ganteng dan bentuk tubuhku betul2 atletis. Otot2 tubuhku yang kekar dan besarnya tonjolan didepan celanaku yang tanpa sengaja dia lihat, dia dapat memastikan bahwa kontolku pasti besar dan setiap wanita yang merasakannya pasti merasa puas.
Sally berhenti sejenak dari ceritanya. Dia mengambil gelas yang berisi teh hangat. Diminumnya teh tersebut, lalu dia meneruskan kembali ceritanya.
Dia semakin yakin dengan dugaannya saat dia menyaksikan aku sedang ngentoti istriku, dia melihat langsung ukuran kontolku yang besar dan panjang. Hampir 2 kali ukuran ****** almarhum suaminya dulu. Dia juga menyaksikan betapa piawainya dan perkasanya diriku saat ngentot dengan istriku sehingga istriku beberapa kali memperoleh orgasmenya.
Saat itulah dia merasakan nafsu birahi berkobar kembali. Sehingga saat melihat aku dan istriku sedang melakukan hubungan seks, liang memeknya menjadi sangat basah. Gairah birahinya bergejolak, liang memeknya gatal ingin merasakan sodokan2 ****** di dalam liang memeknya tersebut. Saat itu dia sempat mendapatkan 2 kali orgasme dari hasil bermasturbasi sambil melihat adegan hubungan seksku dengan istriku sambil mebayangkan kalau yang sedang aku entoti itu adalah dirinya.
"Sejak pertemuan pertama kita dulu. Aku selalu memperhatikan kamu Rud", kata Sally, "Puncaknya saat aku melihat kamu ngentot dengan istrimu kemarin lusa. Aku jadi semakin penasaran sama kamu" lanjut Sally.
"Terus setelah kamu tahu semuanya tentang diriku, apa pendapatmu tentang aku" pancingku. Sally tersenyum malu-malu.
"Kamu orangnya baik, sabar, romantis dan... " jelas Sally
"Dan apa" potongku.
"Perkasa" kata Sally malu2. Mendengar jawaban dari Sally aku jelas sangat bangga.
“Rud, mau kan kamu memuaskan aku?” pinta Sally berterus terang kepadaku.
“Tolong aku Rud. 5 tahun sudah aku tidak merasakan nikmatnya dientot. Sekarang entoti aku Rud... Please aku ingin merasakannya sekarang” lanjut Sally.
Dadaku berdegub kencang mendengar permintaan Sally. Dalam benakku aku berpikir kalau goyangan dada dan pantatnya saja sudah mampu membangkitkan birahiku, apalagi goyangannya di atas ranjang, pasti akan membuatku terbang ke awan.
Terasa tubuh Sally semakin hangat dalam pelukanku. Nafsu birahinya semakin memuncak. Kontolku pun juga menjadi semakin tegang dan keras. Tiba2 Sally mengulurkan tangannya dan memegang kontolku dari luar celanaku. Dia mulai menggosok dan membelai Kontolku yang keras itu. Kemudian Sally berusaha melepas celanaku. Akupun membantunya sehingga celana sekaligus CDku terlepas. Begitu celana dan CDku lepas, kontolku yang besar dan panjang yang sedari tadi sudah tegang dan keras itu langsung berdiri tegak mengacung.
"Waoo... Gede banget" seru Sally dengan mata berbinar setelah dari jarak dekat melihat langsung batang kontolku. Kemudian tangannya yang lembut itu mengelusi batang kontolku.
Lalu Sally memasukkan batang kontolku yang besar itu ke dalam mulutnya. Lidahnya bergerak mengitari dan menjilati kepala kontolku. Dia kemudian memasukkan batang kontolku sedalam mungkin kedalam mulutnya. Kepalanya terayun-ayun maju mundur sehingga kontolku keluar masuk mulutnya. Mulutnya terasa nikmat mengisap batang kontolku. Aku akui sepongan Sally lebih hebat dari istriku.
Aku mencondongkan tubuhku ke depan, menyusupkan tanganku kedalam baju tidur Sally dari atas lalu meraih payudaranya yang masih terbungkus BH. Menyadari hal itu, Sally berdiri sejenak untuk membuka baju tidurnya dan hanya dengan melepas simpul ikatan yang ada dibahunya, maka baju tidur itupun langsung jatuh ke lantai. Tampak payudaranya yang putih mulus itu masih terbungkus BHnya. Sementara Sally kembali mengoral kontolku, akupun membuka BHnya. Payudaranya yang besar dan indah itu kini menggantung bebas. Pentilnya besar dan panjang. Aku jepit salah satu pentilnya dengan ibu jari dan jari telunjukku sementara Sally terus menghisap kontolku yang keras dan berdenyut-denyut itu.
“Ooooohhh...” Sally mengerang saat aku pelintir2 pentilnya. Aku mengulurkan tanganku yang satu lagi lalu memegang pentilnya yang satu lagi sehingga kini kedua pentil payudara Sally aku pelintir2 dengan kedua tanganku.
“Ooooohhh... Aaaaahh...” Sally kembali mengerang merasakan nikmat di kedua pentil payudaranya.
Sally mengisap kontolku lebih keras dan lebih cepat lagi. Aku meraih bagian belakang kepala Sally sehingga batang kontolku masuk jauh kedalam mulut Sally dan kepala kontolku menyentuh tenggorokannya. Aku nggak mampu bertahan lebih lama lagi menahan ejakulasiku karena nikmatnya isapan dan kuluman mulut Sally pada kontolku.
“Ooooohhh... ssssshhh... Saaaaal... nikmatnyaaaaa... enak banget... aaakkkhhh... akuuuu keluuuaaaaarrr...!!!” Pinggulku bergerak-gerak saat aku menyemprotkan sperma panasku di dalam mulut Sally. Aku tarik keluar kontolku dan aku semprotkan sebagian spermaku di wajah dan payudara Sally. Sally mengoleskan spermaku ke seluruh permukaan payudaranya lalu memasukan jari2nya yang masih berlepotan dengan spermaku dan mengisap-isapnya didalam mulutnya. Sungguh pemandangan yang menggairahkan.
"Ayo Rud, sekarang kamu entoti memekku dengan kontolmu. Sudah hampir 5 tahun aku tidak merasakan nikmatnya enjotan ****** di memekku. Please Rud, ******* memekku dengan sperma hangatmu" Sally berkata dengan suara memohon.
Kini ada wanita cantik dengan wajah penuh dengan cairan sperma memohon aku untuk ngentoti memeknya. Masih banyak waktu bagiku untuk bersenang-senang dengan tetangga baruku ini, sehingga aku tidak langsung memenuhi permintaan Sally untuk ngentoti memeknya dengan ****** besarku.
Aku menarik Sally dari posisi duduknya lalu aku memintanya untuk menelungkup di atas meja yang ada didekat kami. Aku tarik CD G-stringnya ke bawah. Aku berjongkok mendekatkan mulutku ke memeknya, tercium bau memek Sally yang harum yang menandakan memek tersebut sangat terawat. Kemudian aku mulai menjilati memeknya yang sudah basah kuyup akibat cairan yang terus keluar dari liang memeknya hingga sebagian mengalir membasahi bagian dalam pahanya. Lidahku terus menjilati bibir memek Sally dan mengulas-ulas bagian dalam memeknya. Kemudian jilatanku terus ke atas ke arah itil Sally. Dan saat lidahku telah mencapai itil Sally, itil tersebut langsung aku jilati dan sesekali aku kenyot2.
“Aaaaahhh... uuuuuhhh... aaaaahhh... uuuuuhhh... Iya terus Ruuud... nikmat sekali... aaaaahhh... uuuuuhhh... sudah lama aku tidak merasakannya... Isap itilku.... ooooohhhh... Terus Ruuud... terus... ooooohhh” Sally mengerang keras-keras sambil menggesekan belahan memeknya ke mulutku. Mendengar erangan dan desahan Sally membuat aku semakin bersemangat menjilati memek Sally. Sambil terus menjilati dan menyedot itil Sally, aku mencoba memasukkan satu jariku kedalam memeknya. Saat jariku tepat menyentuh titik G spotnya, Sally langsung berteriak dan mendesah-desah.
“Aow Ruuuud... iya disitu Ruuuuud... ooooohhh... sssssshhh... nikmat Rud...” Erang Sally badannya bergetar saat titik G spotnya tersebut terus aku mainkan dengan jariku sambil itilnya terus aku jilat dan aku kenyot.
“Ruuuuuuuddd... aku nggaaaaak... kuuuaaat... akuuu... keluuuaaaaarrr..... sssssshhh... aaaaaaakkkhhh!!!!” jerit Sally mendapatkan orgasmenya yang pertama. Tubuhnya menegang. Memeknya menjepit erat jariku. Seeeeerrr... seeerrr... seeeeeeerrr... memeknya menyemburkan cairan orgasmenya hangat membasahi jariku. Sebagian cairan itu meleleh keluar dari memeknya dan langsung aku jilati dan aku sedot masuk kedalam mulutku.
Aku berdiri dan membalikkan tubuh Sally. Dia tampak begitu cantik berbaring telentang di atas meja dengan kedua kakinya terbuka lebar. Liang memeknya tepat di depan kontolku. Aku usap-usap bibir memek Sally dengan ujung kontolku untuk merangsang libidonya bangkit lagi.
“Buruan Rud... masukin ****** besarmu itu kedalam memekku... aku dah nggak tahan pingin segera dientot sama ****** besarmu” Kembali Sally memintaku untuk segera memasukkan ****** besarku kedalam memeknya.
Kemudian aku meletakkan kepala kontolku tepat di pintu liang memek Sally. Perlahan-lahan aku mulai mendorong kontolku yang keras dan besar itu masuk kedalam liang memek Sally.
“Aow Rud... sakit... pelan2 Rud... kontolmu gede banget memekku dah lama nggak kemasukkan ******...” jerit Sally saat kepala kontolku membelah celah memeknya dan menerobos masuk kedalam liang memeknya. Terasa banget ketatnya jepitan liang memek Sally pada kepala kontolku. Untuk seorang wanita seumuran Sally, memeknya cukup sempit dan ketat. Lebih sempit dibanding memek istriku. Sally melilitkan kakinya ke punggungku sambil kedua tangannya memegangi pinggangku untuk mengontrol laju masuknya kontolku kedalam memeknya. Untuk menambah rasa nikmat bagi Sally, aku remas2 kedua payudaranya.
“Tahan Sal... itu karena memekmu sudah lama nggak kemasukkan ******. Ntar lama2 memekmu juga akan beradaptasi dengan ****** besarku...” kataku sambil dengan perlahan-lahan mendorong kembali batang kontolku kedalam liang memeknya.
Sleeeeep... Bleeeeeeesss...
Namun baru sepertiga batang kontolku masuk kedalam liang memeknya, Sally menahan gerakan pinggulku.
“Ooohhh... ssshhh... Tahan dulu Rud sakit...” Sally mengerang menahan sakit di memeknya. Namun aku merasakan otot2 liang memek Sally bergerak-gerak menjepit erat batang kontolku dan batang kontolku terasa seperti diremas-remas dan diisap-isap di dalam liang memeknya.
“Memekmu sempit Sal dan empotannya nikmat banget...” bisikku lalu aku lumat bibir Sally sambil aku remas2 payudaranya. Sesekali aku pelintir2 pentilnya. Kemudian aku jilati daerah belakang telinga Sally lalu turun ke lehernya. Mendapat serangan yang bertubi-tubi tersebut membuat gairah Sally bertambah tinggi. Pegangan tangannya di pinggangku mulai mengendur.
"Ayo Rud, dorong lagi Rud... pelan2 Rud... aku dah mulai enak..." Sally memintaku untuk mendorong batang kontolku lebih dalam lagi ke dalam liang memeknya.
Aku dorong lagi batang kontolku kedalam liang memek Sally. Kali ini kedua kaki Sally yang melilit pinggangku menekan pinggangku seakan-akan ikut memberi dukungan bagiku untuk terus memasukkan batang kontolku lebih dalam lagi kedalam liang memeknya.
Sleeeep... Bleeeeeeesss...
Setengah batang kontolku kini amblas kedalam liang memek Sally. Terasa olehku setiap aku mendorong masuk batang kontolku kedalam liang memek Sally otot2 liang memeknya bergerak-gerak memijit batang kontolku.
“Sssssssshhhh... Saaaaal... enak banget... empotan memekmuuuuu... ooooohhh... nikmaaaattt... Saaaaaalll...” kali ini aku mengerang merasakan nikmatnya jepitan dan empotan liang memek Sally. Karena memeknya lebih sempit dari memek istriku, maka empotan memek Sally terasa lebih kencang daripada empotan memek istriku.
“Terus Rud... sssssshhhh... oooooohhh... kontolmu gede bangeeeeet... enak Ruuuuuuddd.... terus... lebih dalam lagi... ooooohhh... Ruuuuud... ssssssshhhhhh... aaaaaaaahhhh...” Kini Sally mulai merintih merasakan nikmatnya enjotan ****** besarku di liang memeknya.
Sleeeeep... Bleeeeesss...
Perlahan namun pasti batang kontolku terus melesak masuk kedalam liang memek Sally. Kucondongkan tubuhku ke depan lalu mulutku mulai mengulum dan mengisap kedua pentil payudara Sally secara bergantian.
"Mmmm... ouughh! Enak sekali, Ruuuuuddd!!!" erang Sally. “Entotanmu enak sekali... Ooooohhh..... aku suka sekali kontolmu... aku suka caramu mengentotku..... Oooooohhh.... Ruuuuuddd... kontolmu memenuhi memekku.... Oooooohhh!!!" Sally terus mengerang. Kini dia telah benar2 merasakan nikmatnya ****** besarku yang terus masuk kedalam liang memeknya. Empotan memeknyapun semakin sering terasa menjepit, memijit dan mengisap-isap batang kontolku di dalam liang memeknya.
“Hhhhmmmm... aaaaakkkhhh... memekmuuu... benaaarr-benaar..... sseeemmpitt..... Oooooohhh... Saaaaaalll... empotannya enaaakkk... oouughhh..... nikmaaaaattt... beetulll...“ akupun melenguh keenakan merasakan jepitan dan empotan dinding memek Sally dibatang kontolku.
“Teekkaaannn... lebih daaalllaamm... Ruuuuuddd!! Sudah lama aku menginginkan ****** besar seperti kontolmu ini! Ssshhhhh... oouughhh...” rintih Sally memintaku untuk menekan batang kontolku lebih dalam,
Sleepp..... Bleesssss.....
Dengan sekali sentakan yang kuat seluruh batang kontolku melesak masuk kedalam liang memek Sally hingga ujung kontolku terasa menembus rahimnya.
"Eeeaaaghhh!!!" Sally memekik. Kedua matanya terbelalak, kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan. Seluruh batang kontolku terbenam didalam liang memeknya, Sally merasakan liang memeknya penuh sesak oleh jejalan batang kontolku.
"Bagaimana, Sal. Kamu sukakan???" aku bertanya.
"Oooooohhh, Rudi, kontolmu luar biasa sekali!!!" Sally merintih keenakan.
Wajahnya merona merah, nafasnya mulai terengah-engah, penuh dengan nafsu yang ingin memuaskan dahaga akan kenikmatan seks yang sudah sangat lama tidak dirasakan olehnya.
Setelah mendiamkam batang kontolku beberapa saat lamanya di liang memek Sally, batang kontolku yang besar dan panjang itu aku tarik keluar sebatas kepala kontolku kemudian aku dorong kembali kontolku masuk kedalam liang memeknya perlahan-lahan. Demikian berulang-ulang aku lakukan.
“Enghh... Gila kamu Rud, kalau begini sebentar juga saya keluar lagi” jerit Sally keenakan. Aku terus mengeluarmasukkan batang kontolku di liang memek Sally sambil meremas dan memilin pentil payudaranya yang besar.
“Oooooohh... Benar-benar enak Ruuuuuuddd...” Sally memejamkan matanya. Pada penetrasi kelima, Sallypun menjerit.
“Ouughhh... Ruuuuuuddd... aaaakkkkuuu... keeelluuarrr... laaagiiiiii... aaaaakkkhhh!!!!” Tubuh Sally bergetar dan mengejang. Tangannya merangkul leherku.
Seeeeerrr... seeerrr... seeeeeeerrr... memek Sally kembali menyemburkan cairan orgasmenya. Dinding memeknya melejat-lejat seakan memijit batang kontolku. Empotan memeknya tersebut begitu kuat terasa di batang kontolku. Akibatnya aku pun merasakan sebentar lagi ejakulasiku akan nyampai.
Aku memompa kontolku semaki cepat dan kuat diliang memek Sally, dengan harapan ejakulasi segera nyampai namun akibat pompaan kontolku tersebut justru membuat Sally semakin mendekati puncak kenikmatannya kembali.
“Ooohhh.... Ruuuuddd... terussss.... genjot memekkkuuu... yang cepaaatt... Rud... yang kuaaat... Rud... aaawwww... teeruusss... Ruuuuuddd... yaaah... beegitttuuu... Ruuuuddd... lebih ceppaatt... aaaaakkkhhh... Ruuuuuddd... lebih kuaaatt... Ruuuuuddd... aaakuuuu... oooghhhh... mmmau... keluuarrrrr... Ruuuuuddd... ooooohhh... enaaaakkkk...” Sally mengerang sejadi-jadinya merasakan nikmatnya memek sempitnya dienjot oleh ****** besarku.
Mendengar erangan Sally, aku semakin mempercepat keluar-masuknya kontolku di dalam liang memek Sally dan saat aku merasakan kedutan kuat di batang kontolku akupun lalu menekan kontolku sekuat-kuatnya kedalam liang memek Sally.
Seeeeerrr... seeerrr... seeeeeeerrr... liang memek Sally akhirnya menyemburkan cairan orgasmenya kembali.
“Ooouugghhh... Ruuuuudddd... Eeenaaaakkk... nikkmaaattt.... hhhmmmm... aaaaakkkhhh!!!!” Sally mengerang keenakan saat memeknya menyemburkan cairan orgasmenya. Dinding memeknya berdenyut-denyut kencang ketika liang memeknya menyemburkan cairan orgasmenya.
“Ouugghhh... akuuu... tidakk... tahhaan... lagi... akku... keluuaaarr... aarrrgghhh... ssssshhh... eenaaakkk banget... memmekkmuuu Saaaaalll...” aku mengerang keenakan saat merasakan ejakulasiki yang berhasil aku dapat. Crooooottt... crooottt... crooooooottt... Aku menyemprotkan spermaku didalam liang memek Sally. Memek Sally jadi banjir oleh cairan spermaku dan cairan orgasmenya. Setelah beberapa saat lamanya aku cabut kontolku dari memek Sally.
“Terima kasih Rud. Aku puas banget. Kita istirahat dulu” kata Sally, “Aku masih mau lagi...” sambungnya sambil membersihkan sisa2 cairan yang membasahi memek dan bagian dalam pahanya dengan baju tidurnya.
“Siapa takut... aku juga ketagihan memekmu yang sempit dan legit ini” jawabku sambil meraba bukit memeknya.
Kami duduk sebentar sambil minum air mineral dan menikmati makanan ringan. Kemudian Sally menarik tanganku
“Kita lanjutin di kamarku saja Rud” ajak Sally.
Sesampainya dikamar, Sally langsung merebahkan tubuhnya dan mengangkangkan kakinya.
“Sekarang kita mulai lagi Rud... Aku masih ingin merasakan nikmatnya ****** besarmu...” pinta Sally sambil tangannya mengelus-elus memeknya sendiri.
Nggak butuh waktu lama akupun sudah berada di hadapan bibir memek Sally yang baru saja aku nikmati. Sebelum memeknya aku jilati, terlebih dulu kubelai bibir memeknya dari ujung bawah hingga itilnya. Kusibakkan bulu2 jembutnya yang menjalari bibir memeknya itu.
“Gondrong banget nih Sal” seruku.
“Oh iya?! Habis mau dicukur percuma juga, enggak ada yang lihat dan jilati” jawab Sally nakal, “Besok saya cukur deh, tapi janji kamu datang lagi ya...” pinta Sally.
“Oke... Pokoknya setiap saat saya siap. Kecuali saat istriku ada di rumah. Diluar itu kita atur saja” jawabku karena akupun mulai ketagihan nikmatnya jepitan dan empotan memeknya yang luar biasa.
Aku kemudian asyik menjilati dan menciumi bibir dan celah memek Sally. Cairan memek Sally mulai mengalir kembali pertanda ia sudah terangsang kembali. Jilatanku kini mulai menyentuh itil Sally. Itil itu aku jilati dan aku sedot2.
“Oooooohhh... sssssshhhh... teruuuuus Ruuuuudd.. eeennaaaakkk.. Ruuuuud... sedot terus itilku Ruuuuuuddd... ssssssshhh... oooooooohhh... nikmat Ruuuuuuuudd...” desahan Sally mulai terdengar pertanda bahwa dia menikmati permainan oralku. Dengan nakal aku memasukkan jari telunjukku ke dalam memeknya dan kemudian mengobok-obok liang becek itu.
“Ooooohhh... Yes... Ruuuuuddd... enaaakk baaangeeeet... siniin kontolmu Rud” seru Sally. Aku memutar posisiku hingga kita dalam posisi 69. Sally dengan cepat langsung memasukan batang kontolku kedalam mulutnya dan mengulum batang kontolku tersebut.
‘Hhhhhmmm... slruuup... slruuuupp... aaaaaakkkhh... enaaaakkknya Ruuuuudd... sssssshhh... slruuup...” Sally mengerang merakan nikmatnya jilatan mulutku di memeknya sambil terus mengulum batang kontolku. Kali ini tidak hanya batang kontolku yang dikulum dan dijilati oleh Sally, anusku pun tak luput dari jilatan lidahnya.
“Ssssssssshhhhh... ooooooohhhh... Saaaaallll... enak bangeeeeettt... sssssshhhh... ooooohhh... nikmatnyaaaaaaa... hhhhmmm... slrrruuuuuppp... aaaahhhh... terus Sal, enaaaak bangeeet. Kamu pintar banget Sal. Ooooohhhhh... yeaeaaah...” aku mengerang merasakan sensasi nikmat yang luar biasa saat Sally menjilati anusku sambil tangannya mengocok batang kontolku. Lalu dengan gemas aku kenyot itil Sally.
"Aaoohh... sssssssshhhhh... aaaaaaahhhhh.... yeeessss... aaaaahhh... terusin Rud. Enaaak Banget Ruuuddd..." erang Sally penuh kenikmatan, “Aku sudah nggak tahan, ayo Rud...”
Kemudian dengan cekatan Sally mulai menindihku dan menuntun Kontolku kedalam Memeknya. Awalnya dia hanya menempelkan Kontolku ke memeknya kemudian dia mulai menggesek-gesekan Kontolku ke itilnya dan mulai memasukan Kontolku dalam memeknya. Aku merasakan nikmatnya setiap inchi dinding memek Sally.
“Aaahhh….Uuuhhhh….Yeeessss…. Enaaaak baangeeet….” Teriakku begitu Kontolku masuk kedalam Memek Sally. Setelah itu Sally mulai menggerakkan pantatnya naik turun kadang maju mundur kadang juga melingkar sementara aku pasrah diapakan aja ama dia. Kurang lebih 30 menitan Sally mulai merakan mau mengalami kembali orgasmenya.
“Ruuuuud... Akkuuu... mau... keluaaaaar...” erang Sally. Makin lama gerakan Sally makin hebat dan menggila dan akhirnya...
“Uuuhhhh.... Aaaahhhhh... Ruuuuud... Aakkkuuuuu... Keluuuaaaaarrr... Aaaahhhhh...” Sally menjerit. Seeeeerrr... seeerrr... seeeeeeerrr... Aku merasa ada cairan orgasme Sally keluar begitu deras dari dalam memeknya membasahi batang kontolku. Tubuh Sally pun menindih badanku dan aku pun memeluknya, mencium keningnya dengan lembut.
Setelah memberi kesempatan istirahat bagi Sally, kemudian aku suruh dia nungging membelakangiku. Dia mengerti apa yang mau aku lakukan. Dia kemudian menungging membelakangiku. Aku memandang bokong yang besar, putih, mulus dan padat itu. Di antara paha itu nampak gundukan bulu2 jembut yang lebat dan hitam. Di sela-sela bulu2 jembut itu nampak bibir memek yang merekah merah, siap untuk dientot.
Aku mengarahkan kepalaku ke belahan kedua pantatnya yang montok. Aku cium dan jilat kedua buah bongkahan pantat Sally.
“Aaaaahhhh..... Ruuuuuddd... geli... tapi enaaaaak... oooooohhh... Ruuuuddd...” erang Sally. Aku kemudian mengarahkan ciumanku dan jilatanku kearah memeknya. Disana aku menciumi dan menjilati memeknya dan tidak ketinggalan itilnya juga aku kulum dan jilat.
“Aaaaahhhh... Ruuuuuudd... masukin dong kontolmu.... Aku udah pingin dientotin sama kamu... aaaaaahhhhh...” pinta Sally.
Aku tidak membuang-buang waktu, langsung aku arahkan Kontolku kearah memek Sally. Aku dorong perlahan Kontolku kedalam memeknya. Aku dapat merasakan setiap inci gesekan antara Kontolku dengan memeknya, benar2 nikmat banget. Aku nggak bisa menjelaskan dengan kata2 kenikmatan yang aku rasakan. Ketika aku rasa Kontolku telah menyentuh rahimnya, aku mulai memaju-mundurkan pinggulku untuk mengocok memeknya sementara tanganku aku arahkan ke susunya yang kemudian aku remas2. Pertama aku bergerak sangat lembut sehingga dia merasa nikmat dan lama kelamaan aku mulai mempercepat gerkan pinggulku. Sekitar 15 menit kemudian aku merasakan akan mencapai puncak kenikmatan.
’Aaaahhh... Saaaaaaal... akkuuu... mauuuu... kelluuuaaaaarrr... aaaahhhhh!!!!” erangku.
“Keluarin aja Rud... akkuuu... juga... mau... kelluuuaaaaarrr... aaaahhh...” erang Sally yang juga merasakan orgasmenya akan sampai kembali.
Aku memegang bokong Sally dan menyodokkan kontolku keras2 kedalam liang memeknya. Ia menjerit keras dan terus mengerang tak karuan ketika kontolku bergerak lincah keluar masuk liang memeknya. Ketika kulihat ia mencengkram keras seprei tempat tidur, aku tahu ia akan keluar. Aku mempercepat gerakanku dan menghentak keras.
“Akkuuuu... kellluuuuaaaaar... Ruuuuuddd... Oooohhh... aaaaaaahhhh!!!” Sally menjerit keras.
"Saaaaaaalll... akkkuuuuu... Keluuaaaaarrr..... aaaaahhhhh!!!!!” jeritku.
Seeeeerrr... croooottt... seeerrr... crooottt... seeeeeeerrr... crooooooottt... Cairan orgasme Sally bercampur dengan spermaku memenuhi liang memek Sally. Sally rebah ke atas ranjang kemudian akupun ambruk menindih badannya dari belakang.
“Wow kamu hebat banget deh Sal. Aku nggak pernah ngebayangin bisa ngentot sama kamu” pujiku
“Aku juga Rud, ngentot sama kamu rasanya lain. Kamu tuh ngentot dengan perasaan banget jadi bikin aku juga ngerasa nikmat. Aku mau Ngentot sama kamu tiap hari. Habis enak sih” balas Sally
“Aku juga pingin Ngentot sama kamu tiap hari Sal” sambungku
Akhirnya kami pun beristirahat sambil berpelukan dengan keadaan telanjang. 10 menit kemudian...
“Rud aku mau lagi boleh nggak?” pinta Sally sambil tangannya mengocok lembut batang kontolku.
“Hah? Kamu mau lagi emang kamu masih kuat” kataku
“Masih kok. Pokoknya aku nggak pernah bisa berhenti pingin ngentot sama kamu” jawab Sally.
Dan akhirnya malam itu hingga hari Minggu siang sungguh tidak terlupakan. Kami terus berpacu dalam birahi untuk memuaskan nafsu. Aku menyetubuhi Sally di sofa, di meja makan, di dapur, di kamar mandi dalam berbagai posisi. Di atas, di bawah, dari belakang. Pendek kata hari itu adalah hari penuh kenikmatan birahi.
Sejak pertemuan pertama itu berlanjut dengan aneka pertemuan lain. Pertemuan-pertemuan kami selalu diisi dengan permainan birahi yang panas dan menggairahkan. Kadang-kadang kami ngentot di rumahku kalau istriku lagi tidak ada, bahkan terkadang saat istriku ada dan birahi Sally lagi tinggi2nya, kami mencari hotel. Tetapi paling banyak kami melakukan persetubuhan di rumah Sally.
===oooOooo===
Sally, Tetangga Baruku (Part.1)
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


0 komentar:
Posting Komentar