Cerita ini bermula ketika wakil kepala sekolah memanggil gw dan memberikan pesan bahwa gw harus menjadi sahabat anak-anak karena sistem pendidikan mereka meminta guru juga menjadi teman bukan sosok yang ditakuti.
Gw sangat mengerti dan karena gw bisa gampang bergaul, tak lama, banyak murid2 ekskul gw yang mulai curhat, cowo maupun cewe.
Satu ketika, gw melihat ada seorang cewe kelas 9 yang duduk dalam lapangan. dia bukan peserta ekskul tapi gw bisa mengenal dia sebagai salah satu siswa sekolah itu juga. beberapa kali kami bertatap mata tapi bukannya membuang mata karena malu, dia terus memandang gw dengan ekspresi datar.
setelah waktu ekskul gw habis, gw lihat dia masi duduk di posisi sama dan gw hampiri.
'kok kamu disini? kamu bukan peserta ekskul aku kan?'
'iya ko', sahutnya singkat.
'kamu nungguin sapa?'
'koko'
'eh, aku? emang kenapa?'
'pengen ngobrol'
'tentang apa?'
'curhat'
'oooo... mau sekarang? uda sore lho'
'iya, sekarang.'
dalam hati, gw bingung juga, kok anak ini jawabnya singkat2 gini sih? dan mukanya tanpaa ekspresiiiii!! jadi serem...
'ya uda, aku ganti baju dlu ya. kita ketemu di lobby sekolah aja'
'ok', dia mengangguk
gw pun masuk ke gedung sekolah ke kamar mandi untuk ganti baju. ketika keluar, sedikit kaget gw karena dia berdiri depan pintu. kok makin menyeramkan anak ini.
'eh..aku kirain kamu nunggu depan'
'nggak. disini aja'
'ya uda mau ngomong dimana'
'terserah koko'
'eh..ya uda di lobby aja'
singkat cerita kami ke lobby dan dia langsung menceritakan masalahnya. cukup rumit namun sudah menjadi trend sepertinya. orangtuanya terancam bercerai dan papanya sering memukul mamanya. kesian gw mendengarnya. tapi selama dia bercerita, cewe ini sangat datar, tanpa tangis, marah, kesal, pokoknya flat deh.
selama dia cerita, gw sempatkan melihat penampilannya. seorang cewe abg berusia sekitar 15 tahun, dengan rambut lurus kuncir kuda, dengan mata sedikit sipit dan badan sedikit berisi. menggunakan seragam *** putihnya, membayang bra kremnya dengan buah dada yang sedang mekar, cukup besar terlihat. turun ke pahanya, rok *** biru motif kotaknya menutupi sepasang paha putih mulus yang meluncur turun ke sepasang betis berisi yang juga mulus. sungguh seorang cewe abg yang seksi di mata gw.
selesai bercerita, gw mulai memberikan tanggapan gw semampunya. masalah ini sangat sensitif sehingga saran2 gw hruslah peka dan tidak asal2an. ketika gw mulai memberikan saran2 gw, dia mulai merespon dengan gerakan tidak setuju yang emosional. dari posisi duduk gw di kanan dia, tanpa sengaja, beberapa detik, mata gw bisa melihat melalui celah kancing bajuny hingga terpampanglah buah dada nya yang putih mulus dan terlihat empuk ditutupi bra krem. entah kenapa, otak sudah tidak konsen tapi gw tetap berusaha serius dan memberikan solusi.
tak terasa hampir 1 jam kami ngobrol.
'eh sudah malam nih'
'iya ko. kita udahan dulu.'
'kamu pulang naik apa?'
'ditungguin sopir..tuh..' (dia menunjuk ke sebuah mobil alphard putih)
'bye ko..thanks advisenya.', sambil berlalu pergi
'sama2..eh nama kamu sapa?'
'jenni', sahut dia sambil melempar senyum. gw terpana, senyumnya maniis sekali dan ketika ia berlalu, gw disuguhi pemandangan sosok abg dengan body bohaynya dengan pantat yang cukup membusung. sial...gw turned on!
Hari2 berikutnya, jenni selalu nungguin gw tiap abis ekskul. Dan lama kelamaan, jenni sudah mulai ‘normal’ dan bisa diajak bercanda.
Satu ketika, hujan turun dengan derasnya dan memaksa gw gak bisa pulang. Satpam depan sekolah sudah berpindah dari posnya ke pos paling depan gerbang sehingga bisa dikatakan gw lah satpam sekolah..sial..uda ujan, jadi satpam pula...
Dengan semangat 45, hujan membawa angin yang menerpa masuk ke lobby sekolah. Gw terpaksa masuk ke dalam sekolah. Waktu sudah menjelah maghrib dan sudah mulai gelap. Dengan harapan terakhir gw mencoba mencari jalan supaya gw bisa ke parkiran di seberang lapangan. Tapi alih-alih menemukan cara, gw malah melihat sebuah alphard putih terparkir dan itu mobil jenni.
Loh, jenni dimana? Kok belum pulang, batin gw.
Penasaran gw mencoba melihat2 ke lorong sekolah dekat kelasnya. Ga ada sapa2.
Ketika gw akan pergi, gw menangkap suara2 di dalam kelas. Gw buka pelan2 pintu kelasnya jenni dan berusaha membuka mata lebar2 karena suasana gelap. Jantung gw berhenti karena di ujung kelas ada bayangan hitam sedang duduk menghadap gw. Walaupun gelap, samar2 gw bisa melihat rambut panjangnya menutup wajah. Gw hampir berlari keluar ketika gw mendengar suara erangan yang mirip jenni. Dengan tanpa terkontrol, gw memencet saklar lampu dan seketika, lampu neon menyala terang.
Dalam sepersikian detik, terlihat pemandangan seorang cewe memegang sesuatu di pangkal paha dengan cd krem, dengan kulit putih mulus. Detik berikutnya, cewe itu kaget dan melihat ke arah gw. Jenni.
‘aaakh...ko erik!’,jenni kaget namun belum sadar untuk menutup pahanya yang terekspos ke gw.
Pandangan gw spontan menelusuri posisi jenni. Dia duduk mengangkang di atas meja bersandar di dinding. Masih dengan sepatu dan kaos kaki lengkap namun rok birunya sudah tersingkap sampai pangkal paha. Tangan kirinya menggenggam pingggir meja dan tangan kanannya memegang sesuatu yang di tempelkan ke cdnya.
Gerakan mata gw ke bagian bawah tubuhnya membuat jenni sadar dan langsung bereaksi. Dia menurunkan kakinya dan roknya. Jenni pun langsung menyembunyikan sesuatu di belakangnya. Batang gw mulai menggeliat. Gw hampiri jenni.
‘kamu ngapain jenn?’
‘eng..enggak ko...Cuma..Cuma...”, sahut jenni terbata-bata sambil ngos2an. Gw perhatikan mukanya merah dan rambut sudah aut2an, tidak terkuncir seperti biasanya.
‘kamu masturbasi ya?’
‘ah..gak kok ko..’
‘jangan bohong, mana vibratornya sini’, gw mencoba meraih tangan kanan yang disembunyikan jenni. Gerakan ini membuat gw malah berhadapan dengan pangkal paha jenni yang memberikan ruang untuk gw. Gw masih berusaha mengambil vibrator jenni yang berusaha dijauhkan oleh kedua tangannya. Posisi ini membuat dadanya membusung menekan dada gw. Gw mulai menyadari posisi ini dan gw entah dirasuki apa, mulai membelai kedua lengan jenni yang direspon jenni dengan mulai menutup mata dan menengadah ke gw.
Wah minta dicium nih anak, pikir gw.
Tangan gw terus membelai naik ke bahu hinnga pipinya dalam genggaman gw. Gw berhenti.
Jenni membuka mata dan melihat gw.
‘kiss me ko...’
Dengan perasaan, gw daratkan bibir gw di bibir jenni. Tak disangka, bibirnya membuka dan memudahkan bibir gw mulai memagut bibir atas dan bawah bergantian. Masih dengan memegang wajahnya, gw ciumi jenni, bibir atas, bawah, bergantian, kiri kanan. Tak lama, lidah kami mulai bertemu dan seketika, ciuman kami mulai liar. Gak diduga, jenni pandai melakukan FK. Seiring FK kami, erangan mulai terdengar. Jenni sudah horny. Tangan gw mulai turun dari wajah dan membelai punggungnya dan seakan itu memicu makin terangsangnya jenni.
Dari punggung, tangan gw mulai merambah ke perut jenni. Tanpa bertanya, telapak tangan gw setelah menggosok2 perut jenni di luar seragam naik dan menggesek2 buah dadanya. Terasa lebih besar dari perkiraan gw dan kenyal. Gak bisa gw tahan, telapak tangan gw meremas penuh dada jenni. Bibirnya terlepas dari gw dan erangan panjang terdengar.
‘aakkhh...kokoo...enaakkk...teruuss ko..remes toked jenni.....’, yang langsung gw sambut dengan remasan yang lebih kuat dan memutar. Kepala jenni mendongak dan gw sosor lehernya yang putih dan ternyata harum, gw gesek dengan bibir, gw jilat sedikit dan gw gigit2 kecil ujung telinganya, membuat jenni makin blingsatan.
Seorang anak *** kelas 9 kini sedang mengarungi lautan birahinya dengan lelaki yang belum begitu lama dia kenal. Salahkah? Itu pikiran yang melintas tapi ketika nafsu sudah melanda, pikiranpun buta.
Remasan2 gw di dada jenni membuat jenni makin membuka lebar pahanya dan makin mengerang. Tak puas di luar, tanpa tanya, gw sergap bibir jenni dan kami FK dengan liarnya sembari tangan gw berusaha membuka kancing demi kancing seragamnya. Begitu terbuka semua, dari sisinya, tangan gw langsung menyelusup masuk merasakan hangat dan empukny dada jenni. Sejenak jenni berhenti dan tak lama, ciuman kami berlanjut makin liar. Gw tarik bibir gw dan melihat muka horni anak 15 tahun depan gw dengan kancing terbuka. Gw maju dan mencari kaitan bra di belakang jenni
‘koko...isep toked aku...’
‘iya jenni..pastii..’
Ketika terlepas, 2 buah dada jenni menggantung bebas, seukuran tangan gw namun dengan bentuk yang masih menantang. Puting pink yang mencuat karena terangsang. Langsung gw raup dada jenny dari bagian bawahnya dan gw remas2 tanpa menyentuh putingnya. Hal ini membuat jenni terus mengerang. Setelah beberapa menit, tanpa jenni duga, gw sergap puting kirinya dan membuat jenni tersentak. Gw jilat dan hisap serta gigit2 kecil. Bersamaan dengan itu, tangan kiri gw memelintir puting kanannya.
‘aaakkkkhh....aaaakkkkhh....kokoo...aakuuu dappettt....!!!’
Jenni orgasme. Walaupun kaget, gw langsung meneruskan remasan dan hisapan di dada jenni.
‘koko...ngilu...sakiitt...’
‘enak jenn?’
‘enak ko....sabar koo...berhenti dulu..’
Gw menarik diri melihat jenni merem sambil dadanya turun naik. Gw ga tunggu lama langsung gw buka lebar pahanya, naikin roknya sampe pinggang dan dengan mudah gw menemukan batas cd jenni dan gw tarik turun hingga lepas semua. Jenni masih dengan lemas tanpa penolakan membolehkan gw.
‘hh..koko...mau ngapain...aku masih virgin..jangan ambil ko..’, erang jenni.
Gw pun paham dan tak tega gw. Tapi perjalanan belum selesai.
Gw angkat kaki kanan kiri jenni menginjak pinggir meja sehingga veginya terpampang jelas dengan bulu2 jarang. Masih sempit terlihat namun sedikit mengkilat. Cairan nikmat jenni membuat gw bernafsu menjilatnya. Gw jongkok dan tanpa ba bi bu langsung gw jilat kasar vegi jenni.
‘aahh!! Shiitt!! Koko...diapaaiiin....aaaa...jennii keluarrr....aaaakkhhh..!’
Tak perduli jenni yang mendapat orgasme dalam waktu singkat itu dan badanny yang sedikit bergetar, gw terusin menjilat vegi jenni. Dari pangkal paha atas bawah kanan dan kiri, ujung lidah gw, gw mainkan kadang halus kadang kasar. Dengan tangan, gw coba buka sedikit celah veginya dan gw jadikan sasaran ujung lidah gw. Gw gesek turun naik membuat jenni sudah mulai berkeringat, berteriak tertahan dan mengerang. Jenni yang tadi masih duduk sekarang sudah terlentang di atas meja dengan lemas. Kakinya sudah tak mampu menahan diri sehingga tangan gw yang menopang dan membukanya.
Sesudah beberapa kali orgasme dan tak ditahan, gw berdiri melepas celana gw dan gw minta jenni mengocok batang gw.
Tanpa disangka, setelah bebera kocokan, batang gw langsung dihisap jenni. Gw gak menyangka jenni mau walaupun masih belum begitu jago tapi melihat cewe abg putih dengan vegi terpampang dan berkeringat membuat batang gw mengeras poll. Dengan tangan, gw mainin dada dan pentilnya dan membuat jenni mengerang2 dan kadang brhenti mengulum batang gw. Tngan gw mulai turun ke selangkangan jenni dan mulai menggesek2 disana.
‘koko...terusss..’, jenni melepaskan batang gw dan mengocoknya. Gerakan tangan gw percepat dan kembali orgasme jenni. Ekspresi wajah dan erangan jenni membuat gw gak tahan. Gw remas dada jenni yang kanan dan ujung putingnya yang pink keras itu gw gesekkan dengan kepala batang gw dan tak lama, muncratlah mani gw di dada jenni yang putih dan lembut.
‘ahh...jenni...enak banget..’
‘...hhh...hh..sama ko....jenni lemes..’
Jenni telentang pasrah dengan dada belepotan sperma, rok tersingkap menunjukkan licinnya cairan nikmanya.
Gw memakai celana gw dan membantu jenni berpakaian.
Hujan masih lumayan deras dan hampir setengah jam klo gak salah kami bergulat.
‘kamu emang ngapain sih tadi? Masturbasi kan?’, selidik gw.
‘iya ko..’, jawab jenni tertunduk.
‘kenapa? Kamu tahu darimana? Itu ada vibrator segala’, tanya gw menunjuk sebuah vibrator warna silver kecil di genggaman jenni.
‘pengen ekplorasi aja ko. Daripada di rumah ga ngapa2in, belajar udah, gak kemana mana lagi’
‘oo..btw, masih hujan nih. Sopir kamu mana?’
‘gak tahu tuh, tadi katanya mau ke pasar beli makan, kejebak hujan kali. Ini koncinya’,sahut jenni sambil menunjukkan sebuah kunci.
‘ya udah ke mobil aja, hujan sudah mayan reda’, ajak gw.
‘oke’.
Kami berdua bersiap melintasi lapangan dan sejenak kemudian, kami berlari menuju mobil jenni.
‘ayo jenn, dibuka pintunya’
‘iya ko...tapi gak kebuka ini’
‘kamu yakin ini kuncinya?’
‘beneran ko...tapi kok gak kebuka ya?’
‘sini coba aku buka’, dan gw cek kuncinya. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya pintu alphard itu terbuka.
Kami berdua masuk dan hasilnya basah kuyup dikarenakan kami kelamaan gak bisa masuk.
‘yah jadi kuyup ini mah jenn’, sambil aku meliat jenni yang menampilkan bentuk badan tercetak di baju seragamnya yang transparan.
‘iih koko..liatin apaan..’, tanya jenni sambil tertunduk
Gw dekati dan ketika jenni mengangkat mukanya langsung gw FK,. Mulanya kaget, gak lama jenni memberikan FK yang makin liar. Tangan kanan gw mulai meremas dada jenni. 3 kancing atas gw buka dan gw telusupkan tangan gw menggenggam dada kenyal jenni yang dingin terkena hujan.
‘aahh....koko...enak koh..terusin...puasin jenni lagi...’, ceracau jenni.
Secara sukarela, jenni membuka pahanya dan menarik naik rok smpnya yang basah. Tangan gw merespon menarik turun cd itu dan segera memberikan pijatann dan sentuhna di vegi jenni.
Vegi jenni makin berlendir membuat gerakan tangan gw makin leluasa, tangan gw makin menggesek liang nikmat jenni. Erangan jenni makin menjadi dengan paha yang makin mengangkang.
Tiba-tiba..
‘koko...masukin...jenni mau sama koko....ambil virgin aku. Aku sayang koko..’
Gw kaget.
‘jenni..kamu ngerti minta apa?’
‘ngerti ko..jenni uda tahu soal ml segala dari temen2 jenni’
‘kamu gak nyesel?’
Pertanyaan gw dijawab dengan FK dan gw pun mulai membuka celana gw. Dengan mudah gw memposisikan jenni dan supaya gak ketahuan, gw naikkan libido jenni. Gw hisap habis dada jenni dari luar bajunya, gw remas tapi gak pernah gw sentuh putingnya. Ini membuat jenni blingsatan. Ketika gw merasa jenni siap, gw gesek2an kepala batang gw di veginya. Dan dengan gerakan cepat, gw buka kancing seragam jenni yang tersisa, gw dorong bra nya ke atas dan gw remas dada jenni.
‘aaaaahhh....kokooo...mmasuukkiiinnn......kokooooo ....aaaakkhH!!!!’
Jenni menjerit tertahan ketika gw sambar putingnya dengan lidah dan bersamaa, gw dorong batang gw yang langsung ambles.
‘hhhh...hhhsss...koko....sakkiiiiiiittt....’jenni mulai menangis.
Gw teruskan hisapan di putingnya jenni dan beberapa saat kemudian ketika jenni mulai tenang, gw mulai memompa jenni. Pompaan lembut gw berikan untuk jenni sembari tangan gw tetap meremas dadanya. Setelah bebrapa saat, gw menjauh dari jenni sambil tetap memompanya. Jenni terlihat menikmati. Kepalanya menoleh kanan kadang kiri dengan mata terpejam sambil kadang menggigit bibirnya.
‘aahh koko...aku mau dapeett...’
‘sama jeeenn..koko jugaaa...’
‘kokooo...akkuuu dappettttt....koooo.....aaakkkhhhhhh.....!!!’, jenni setengah berteriak dan menegang. Gw pun tiba2 merasakan jepitan kuat di dalam vegi jenni. Mani berkumpul di ujung dan dengan cepat, gw tarik batang gw tepat ketika muntahan lahar mani menyemprot dada dan perut jenni. Lelehannya menetes di tepi vegi jenni yang langsung gw bersihkan. Takut kalo sampe hamil gimana??
Beberapa saat kemudian, kami sudah berpakaian dan jenni juga ga canggung menutup badannya bercampur mani gw.
‘makasih ya jenn’
‘aku yang makasih ko’
Kami berpelukan tanpa berbicara.
Gw baru sadar, betapa berbahayanya kami melakukan seks di lapangan sekolah. Untung hujan yang membuat orang susah mengetahui kegiatan kami. Suasana pengap mobil ditambah bau sperma bercampur aduk. Ketika akhirnya mobil dihidupkan dan ac menyala, gw dan jenni sama2 kedinginan. Cukup lama akhirnya hujan mulai reda dan sopir jenni datang. Dia bingung melihat kami berdua di mobil kedinginan dan kuyup. Setelah diceritakan, untungnya dia tidak curiga dan gw meninggalkan mobil. Kami berpisah ketika alphard putih itu menghilang di tikungan.
Sesampainya di rumah, notif bbm masuk.
‘ko, baju ini gak akan jenni cuci. Akan jenni simpan sebagai bukti cinta kita. Your’s forever. Jenni’
Astaga...what have i done??
*Note ; Cerita hanya fiktif belaka. jika ada kesamaan nama tokoh latar atau tempat. harap maklum dan gambar hanya ilustrasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar