KENIKMATAN TAK TELUPAKAN DENGAN PEMBANTU TETANGGAKU YANG SEXY
Cerita sex Pada suatu hari aku sedang membersihkan mobilku. Imas sedang bersih-bersih halaman, sopirnya sudah mudik mo lebaran dikampungnya yang juga didaerah banten, satu kampung dengan Imas.
“Kamu gak pulang Mas”, aku membuka pembicaraan sembari mengelap mobilku.
Tembok pembatas antara rumahku dan rumahnya gak tinggi sehingga kita masih bisa saling liat.
“Enggak om”. Memang dia biasanya memanggil aku om kalo ketemu.
“Napa”, tanyaku.
“Ibu mau liburan ke bali sama sodara-sodaranya, jadi Imas gak dikasi pulang. Disuru nungguin rumah”.
“Gak takut kamu sendirian di rumah. Kalo lebaran kan biasanya komplex kita ini sepi banget”.
“Takut sih om, om ndiri gak liburan”.
“Aku mah dirumah saja, nemenin kamu deh biar gak takut”, godaku sambil tersenyum.
“Om sih tinggal sendiri, gak punya istri ya om atau…. dah cere”.
“Aku dah cere Mas, istriku tinggal di Cirebon sama ortunya. Kami memang belon punya anak”.
“Maaas”, terdengar panggilan dari dalem rumahnya, rupanya si ibu manggil.
“Bentar ya Om’, kata Imas sambil meninggalkan aku, masuk kerumahnya.
Tak lama kemudian Imas keluar lagi, nemenin aku ngobrol.
“Napa mas”, tanyaku.
“Ibu nyuruh Imas cari taksi, dia dah mo brangkat ke rumah sodaranya.
Rencananya besok mereka berangkat ke bali. Imas tinggal dulu ya om”. Imas keluar rumah, jalan mencari taksi keluar komplex.
Aku memandangi Imas dari beralakng. Pantatnya yang besar bergerak sensual sekali mengikuti ayunan langkahnya. Imas sehari-hari selalu mengenakan rok pendek dan kaos yang longgar. Pantatnya yang bahenol itu menarik untuk diperhatikan. Mendadak Imas nengok kearahku dan dia tersenyum. Aku jadi tersipu2 karena ketahuan lagi memandangi dia dari belakang, terpesona melihat geolan pantatnya. Aku dah selesai membersihkan mobilku, aku memang tinggal sendiri, pembantuku yang part time (hanya datang untuk membersihkan rumah, nyuci dan setrika saja, sudah lama mudik duluan. Tak lama terdengar ibu sedang bicara dengan Imas, aku hanya melongok dari jendela, kulihat Imas sedang memasukkan koper si ibu ke bagasi taksi dan tak lama kemudian taksi melaju meninggalkan Imas sendiri.
Aku segera menawarkannya untuk menginap di rumah ku, dan imas pun menyetujuinya karena dia taku sendiri di rumah majikan nya.
setelah beres-beres rumah majikannya..imas pun segera datang kerumah ku. kami juga sempat makan malam dirmh ku.
Selesai makan malam Berdua kami membereskan meja makan, Imas nyuci prabotan makan, sementara aku menyiapkan film bokep untuk memancing Imas ke arah yang lebih asik. Pintu rumah dah kututup, gorden jendela dah kuturunkan juga. Suasana di ruang
tamu kubuat temaram dengan hanya menghidupkan lampu kecil saja. Segera kuputar video bokep nya.
Imas terus menatap kelayar tv sehingga dia gak sadar kalo aku pelan2 menggeser dudukku merapat kearahnya. Aku rangkul dia perlahan-lahan dan ku pegang lehernya.
“Om geli ah”, Imas merinding. Aku meneruskan aksiku. Dudukku makin merapat, Imas kupeluk dan kucium pipinya.
“Mas, aku buka ya kaos kamu biar bisa ngeremes langsung. Rasanya beda deh Mas kalo diremes langsung.
“Mas, aku lepasin ya celana kamu”, gak nunggu persetujuannya, aku membuka retsleting celana Imas dan memlorotkannya.
Sekarang Imas sudah bertelanjang bulat didepanku. Tubuhnya yang putih dengan toket besar dan masih kencang sekali, pentil kecil yang dah mengeras dan sekumpulan jembut lebat berbentuk segitiga yang puncaknya mengarah ke no noknya.
“Mas, terusin dikamarku yuk”, aku menggandeng tangannya dan menariknya ke kamarku.
Imas kubaringkan di ranjang dan segera aku melepaskan semua yang melekat dibadanku.
Kemudian aku kebawah menjilati pahanya trus menuju ke vaginanya..
“Aduh om, nikmat banget. ahh!” kata Imas.
Desahan Imas tertahan karena sedang berciuman denganku. Tubuhnya menggeliat-geliat merasakan nikmat. Puas menjilati vagina nya, aku bersiap memasuki kontol ku ke vaginanya. Aku memposisikan diriku diantara kedua belah paha Imas dan memegang kon tolku kearah vaginanya.
“Aagh”, erang Imas ketika aku mendorong kon tolku dengan bernafsu.
“Napa Mas, nikmat?” kataku ku sambil ku pompa pantatku dan ku pegang pinggul nya.
“Gede banget om, no nok Imas ampe sesek rasanya”.
“Tapi nikmat kan”.
“Nikmat banget om, Imas blon pernah ngerasain ngen tot senikmat ini”. Aku menyodokkan kon tolku dengan keras sehingga Imas pun tidak bisa menahan jeritannya.
Ciumanku merambat naik dari toketnya hingga hinggap di bibirnya, kami berciuman dengan penuh nafsu sampai ludah kami bercampur baur.
“Aahh.. oohh.. Imas mau pipis rasanya.. om!” erang Imas bersamaan dengan tubuhnya mengejang.
Melihat reaksi Imas, aku semakin memperdahsyat sodokanku . Akhirnya Imas nyampe, tubuhnya mengejang hebat dan cairan vagina berleleran dipahanya. Erangannya memenuhi kamar ini membuat aku semakin liar.
“Itu bukan pipis Mas, itu tandanya kamu mo nyampe, nikmat kan”.
“Banget om.. aaah”.
“Mas ganti posisi yuk, kamu sekarang nungging deh”, kataku sambil mencabut kon tolku dari no vaginanya.
kon tolku berlumuran cairan lendir Imas yang menyembur dahsyat ketika dia nyampe.
“Mo dimasukin ke pantat ya om, gak mau ah”.
“Ngapain dipantat Mas, memek kamu peret banget, enak banget dien totnya’.
“Abis kon tol om gede banget sih, memek Imas pan belum pernah kemasukan kon tol segede kon tol om, makanya kerasa peret banget”. Imas pun nungging dan aku berdiri dibelakangnya.
Ku urahkan kon tol ku kedalam lubang vaginanya. dan kupegang pinggulnya ..
“Heghh..heghmm…”, lenguhnya saat kon tolku masuk.
Imas mendesis dan mulai menggelinjang. Kepala kon tolku perlahan-lahan mulai memompa bibir vaginanya yang sangat basah. Aku menekan kon tolku sedikit demi sedikit. Imas mulai mendesah-desah. Tiba2 aku menyurukkan kon tolku ke dalam no noknya.
“Aaa..”, jeritnya keras. Matanya membelalak.
kon tolku menancap dalam sekali di no noknya. Kemudian aku mulai menggerak-gerakkan kon tolku keluar masuk.
“Lebih keras lagi om”, erangnya.
Aku memompa kon tolku keluar masuk semakin bersemangat. Keringat mengucur dari seluruh tubuhku, bercampur dengan keringatnya.
” Om, Imas mau pipis lagi”, kataku terputus-putus.
“Aku juga”, sahutku.
Aku meningkatkan kecepatan genjotan kon tolku . Imas menjerit-jerit semakin keras, Dia sudah nyampe. Akhirnya dengan satu hentakan keras aku membenamkan kon tolku dalam-dalam. Imas menjerit keras. Pejuku muncrat di dalam vaginanya 5 atau 6 kali.
“Gila Mas, memek kamu enak banget, sempit banget”. katanya.
“kon tol om juga keras banget, enak…” jawabnya. aku ambruk kecapaian.
“Istirahat dulu ya Mas”. “Emangnya om masih mo lagi”.
“So pasti dong mas, enak begini mah gak bole disia2kan. Kamu nikmat juga kan, masih mau lagi juga kan”.
“Gila nih kon tol, udah keras lagi..kan baru ngecret om?” tanyanya waktu menggenggam kon tolku yang mulai mengeras.
Aku tak sabar untuk segera ngen toti Imas lagi. Segera Imas kunaiki.
Pahanya kukangkangkan. Ketika kuraih kon tolku kutuntun kearah memeknya, tangan kanan Imas ikut menuntun kon tolku menuju sasaran. Saat kepala kon tolku menyentuh memeknya, aku menekannya ke dalam,
“Oh..”, erangnya,
“Lebih keras om, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!”
“Aku mau ngecret, Mas”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.
“Imas juga om”, sahutnya. Aku mempercepat enjotan kon tolku.
Dan akhirnya kontol ku menyemburkan sperna ku kedalam memek nya untuk yang kedua kali.
Setelah itu ku cabut kontol ku dan ku suruh imas mengisap kontol ku supaya bersih dari sisa sisa dari cairan vaginanya dan spermaku.










0 komentar:
Posting Komentar